Kualitas Pupuk Jadi Perhatian, Kemenperin Percepat Standar dan Sertifikasi

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan standar dan sertifikasi untuk menjaga kualitas pupuk nasional. Fokus ini mencakup penerapan standar, pengujian laboratorium, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri.

Langkah tersebut diarahkan agar pupuk yang diproduksi di dalam negeri memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan konsistensi kualitas. Penjagaan kualitas pupuk dinilai berkaitan erat dengan keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Upaya penguatan itu terlihat dalam audiensi antara Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Pontianak dengan PT Garuda Mas Borneo. Pertemuan di Kantor BSPJI Pontianak membahas peningkatan kualitas produk sekaligus percepatan penerapan sertifikasi pupuk.

Pelaku usaha juga berpeluang memperoleh penguatan layanan jasa industri melalui kerja sama tersebut. Layanan yang tersedia mencakup pengujian, sertifikasi, konsultansi teknis, dan pengembangan kompetensi SDM.

Empat Jalur Penguatan Mutu

Jalur PenguatanPeran bagi IndustriHasil yang Diharapkan
Penerapan SNIMenjadi acuan pemenuhan standar produkMutu pupuk lebih terjaga
SertifikasiMendukung pemenuhan persyaratan produkKepercayaan pasar meningkat
Pengujian laboratoriumMendukung pemeriksaan kualitasKonsistensi produk lebih terukur
Pelatihan teknisMeningkatkan kompetensi SDM industriPemenuhan standar lebih efektif

Penerapan Standar Nasional Indonesia menjadi salah satu pembahasan utama dalam audiensi tersebut. Mekanisme sertifikasi dan layanan pengujian laboratorium juga dibicarakan sebagai bagian dari penguatan pengendalian kualitas.

Program pelatihan teknis turut dipandang penting untuk membantu industri memenuhi kebutuhan standar. Kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu unsur pendukung agar proses pemenuhan persyaratan dapat berjalan lebih efektif.

Kepala BSPJI Pontianak Ahmad Nashoruddin Muammar mengatakan sinergi dengan dunia usaha merupakan komitmen pendampingan bagi industri. Pendampingan ditujukan agar pelaku usaha dapat memenuhi berbagai persyaratan standardisasi dan sertifikasi.

“Kolaborasi ini menjadi langkah awal yang positif dalam membangun ekosistem industri yang semakin kuat di Kalimantan Barat,” ujar Ahmad Nashoruddin Muammar. BSPJI Pontianak menyatakan siap mendukung industri melalui layanan teknis dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Mutu Produk dan Kepercayaan Pasar

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan standardisasi tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan regulasi. Menurutnya, jaminan mutu juga merupakan strategi untuk meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk industri nasional.

“Penerapan standardisasi dan jaminan mutu produk bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi strategi penting untuk meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperkuat daya saing industri nasional, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Agus dalam pernyataan yang dilansir Beritasatu.com dari Antara.

Pernyataan tersebut menempatkan mutu produk sebagai faktor yang menentukan daya saing pupuk dalam negeri. Produk yang konsisten memenuhi standar diharapkan lebih mampu bersaing di pasar domestik dan global.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kemenperin Emmy Suryandari menyatakan unit pelaksana teknis memiliki peran penting dalam memperkuat layanan jasa industri. Layanan itu dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional.

Emmy menekankan bahwa standardisasi dibutuhkan agar produk industri memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Mutu yang terjaga dinilai memperkuat posisi produk dalam negeri ketika berhadapan dengan produk global.

Industri pupuk dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pertanian. Karena itu, penguatan standar dan sertifikasi diharapkan menjaga kualitas pupuk yang digunakan masyarakat sekaligus menopang ketahanan pangan.

Baca Juga