SATCF Siapkan Album 10 Lagu, For The Worst Membuka Fase Getir Mereka pada 17 Agustus

Single For The Worst menjadi pintu masuk SATCF menuju album penuh yang direncanakan berisi 10 lagu. Band asal Malang itu menargetkan pengerjaan album rampung pada kuartal I 2027 dan perilisan penuhnya pada kuartal II 2027.

Materi baru tersebut dilepas pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Di tengah atmosfer perayaan, SATCF memilih tema frustrasi, kehilangan, dan kehidupan yang terasa terus mengulang masalah serupa.

InformasiDetail
Single pembukaFor The Worst
Tanggal perilisan single17 Agustus 2026
Target penyelesaian albumKuartal I 2027
Target perilisan albumKuartal II 2027
Jumlah lagu album10 lagu

Menurut informasi yang dimuat Media Indonesia, single tersebut telah tersedia di berbagai platform streaming digital. SATCF masih akan melepas sejumlah single lain sebelum album penuh itu dirilis.

Kontras di Hari Kemerdekaan

Penetapan 17 Agustus sebagai tanggal rilis membuat For The Worst hadir dengan konteks yang berbeda. Lagu ini tidak membawa selebrasi, melainkan pandangan pahit tentang situasi ketika banyak hal dirasakan tidak baik-baik saja.

Bagian sentralnya terdengar melalui lirik “we aim for the best, we gotta do it again, for the worst”. Kalimat tersebut menyandingkan keinginan menuju hasil terbaik dengan kenyataan bahwa seseorang perlu kembali bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Adit, vokalis dan pemain bass SATCF, menulis lagu ini pada masa pengerjaan yang sama dengan Keep It Moving (K.I.M). Single sebelumnya itu telah dirilis pada Desember 2025.

Menurut Adit, gagasan lagu tidak berhenti pada keadaan di sekitar. Tekanan dalam hubungan dan kehidupan personal juga ikut membentuk emosi yang dibawa For The Worst.

“Lagu ini sengaja kami rilis di momen 17 Agustus karena rasanya relevan dengan apa yang sedang banyak orang rasakan sekarang. Bukan cuma soal apa yang terjadi di sekitar kita, tapi juga hubungan, kehidupan personal, dan berbagai situasi yang kadang datang bersamaan,” ujar Adit.

Ia juga menyatakan, “Ada masa ketika semuanya terasa nggak baik-baik saja, dan For The Worst lahir dari perasaan itu.” Penjelasan itu memperlihatkan kaitan antara kegelisahan personal dan pembacaan terhadap keadaan yang lebih luas.

Eksplorasi Sound Tanpa Meninggalkan Akar

SATCF mempertahankan punk rock sebagai dasar musik dalam single ini. Namun, For The Worst memperluas palet bunyinya melalui sentuhan alternative rock dan grunge era 1990-an.

Aransemen lagu disebut terasa lebih tertahan, tetapi tetap membawa energi yang tegas. Riff gitar gritty, distorsi berulang, dan perubahan dinamika secara langsung membangun karakter lagu tersebut.

Kehadiran keyboard memberi lapisan tambahan pada musik SATCF. Eksplorasi itu berjalan berdampingan dengan karakter band yang lugas, jujur, sederhana, tegas, dan liar.

Formasi SATCF dalam Single Baru

Adit menangani vokal dan bass dalam For The Worst. Cahaya Acoy mengisi gitar dan vokal latar, sementara Jefri memainkan gitar serta turut menyumbang vokal latar.

Oneding bertugas pada keyboard dan vokal latar. Jaka mengisi drum untuk melengkapi formasi pada single tersebut.

Setelah berkarya lebih dari dua dekade, SATCF mengusung semangat #DADROCKFORLIFE. Para personelnya yang kini telah menjadi ayah menyatakan komitmen untuk terus menghasilkan karya bagi keluarga dan penggemar setia mereka.

Baca Juga