Keluhan Awak Menguat, AS Ganti USS Abraham Lincoln Setelah 200 Hari Tanpa Pelabuhan

Keluhan mengenai kebutuhan dasar awak USS Abraham Lincoln mengemuka saat kapal induk itu telah 200 hari tidak singgah di pelabuhan. Amerika Serikat kini menyiapkan USS George Washington untuk mengambil alih penugasan Lincoln di Timur Tengah.

Lincoln telah berada dalam penugasan lebih dari 250 hari. Senator Richard Blumenthal menyebut rentang waktu beruntun di laut itu sebagai rekor terlama bagi kapal induk AS.

Laporan yang menjadi perhatian mencakup kekurangan makanan dan perlengkapan pribadi, masalah air, serta saluran pembuangan tersumbat. Persoalan pengiriman surat juga dilaporkan membuat paket bagi personel hilang selama berbulan-bulan dalam perjalanan.

Desakan Penjelasan kepada Pentagon

Blumenthal menyampaikan surat kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao. Ia meminta perhatian terhadap laporan memburuknya kesehatan mental, risiko keselamatan di dek kapal, dan dugaan kontaminasi air.

Kekhawatiran itu muncul ketika masa tugas panjang dapat memperberat tekanan fisik maupun psikologis personel. Kunjungan pelabuhan dalam penugasan biasa berfungsi untuk pengisian ulang logistik sekaligus memberi kesempatan istirahat kepada awak.

USS Gerald R. Ford memberi gambaran mengenai pentingnya jeda operasi tersebut. Kapal induk itu sempat singgah beberapa hari di Split, Kroasia, pada Maret untuk perawatan dan waktu istirahat pelaut sebelum kembali ke pangkalan pada Mei.

Kapal IndukStatusData Penting
USS Abraham LincolnAkan digantikan di Timur TengahLebih dari 250 hari bertugas dan 200 hari tanpa pelabuhan
USS George WashingtonMenuju Timur TengahSebelumnya beroperasi di Laut China Selatan dan mengunjungi Vietnam
USS Gerald R. FordPulang ke pangkalan pada MeiBerada di laut selama 11 bulan

Angkatan Laut Bantah Ada Peningkatan Krisis Mental

Angkatan Laut AS menyatakan tidak melihat kenaikan persoalan kesehatan mental di Lincoln. Pihaknya juga mengaku tidak menemukan peningkatan pemikiran bunuh diri maupun percobaan bunuh diri di atas kapal.

Menurut Angkatan Laut, personel dapat mengakses tenaga keagamaan, tenaga medis, serta profesional kesehatan mental. Layanan tersebut disebut tersedia untuk menilai dan menangani persoalan yang dihadapi awak.

Seorang personel Lincoln sempat jatuh ke laut pada awal Agustus. Pejabat AS mengonfirmasi bahwa personel itu berhasil diselamatkan dengan cepat.

Hegseth menolak anggapan bahwa pemerintah mengabaikan kondisi kapal induk tersebut. Dalam pernyataannya kepada wartawan di Panama City, Panama, ia menegaskan setiap kapal dan awak memperoleh dukungan yang dapat diberikan pemerintah.

“Kami memastikan setiap kapal, setiap awak, dan setiap komandan kapal mendapatkan segala sesuatu yang bisa kami berikan setiap saat,” kata Hegseth. Ia juga menilai rotasi kapal perang memungkinkan AS mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran.

Tekanan Operasi Meluas ke Armada AS

Lincoln memulai penugasan rutin pada November, lalu dialihkan ke Timur Tengah pada Januari menjelang perang AS melawan Iran. Kapal tersebut bersama pesawat tempurnya terlibat dalam kampanye pengeboman Operation Epic Fury dan kemudian blokade pelabuhan Iran.

Penggantinya, George Washington, berangkat dari lingkungan operasi Asia-Pasifik yang selama ini penting bagi strategi AS terhadap China. Kapal yang berbasis di Jepang itu dalam beberapa pekan terakhir berada di Laut China Selatan dan melintasi Selat Malaka ke arah barat bersama kapal perusak berpemandu rudal.

Bryan Clark dari Hudson Institute menilai kehadiran George Washington lazim dipandang sebagai sinyal komitmen AS kepada Jepang dan Filipina. Pemindahan kapal itu sekaligus menegaskan keterbatasan armada yang hanya memiliki 11 kapal induk aktif dan semuanya memerlukan perawatan setelah pulang.

Clark memperkirakan dampak perang Iran dapat membuat pemulihan kesiapan Angkatan Laut AS ke tingkat ideal membutuhkan hingga tiga tahun. Rotasi Lincoln dan George Washington pun memperlihatkan bahwa beban operasi tidak hanya dirasakan awak satu kapal, melainkan juga kesiapan armada secara keseluruhan.

Baca Juga