70 Getaran Sudah Dirasakan Warga, Gempa Susulan NTT Dipantau hingga 4 Pekan

Sebanyak 70 gempa susulan setelah gempa besar di Flores dilaporkan telah dirasakan oleh masyarakat. Frekuensi getaran yang masih terasa ini menjadi perhatian karena BMKG memperkirakan aktivitas susulan dapat berlangsung hingga tiga sampai empat pekan.

Hingga Selasa (18/8), jumlah seluruh gempa susulan yang dicatat mencapai 2.119 kejadian. Dari angka tersebut, 24 kejadian memiliki kekuatan lebih dari magnitudo 5.

Ribuan Kejadian dalam Masa Pascagempa

Rangkaian Gempa Susulan NTT terjadi setelah gempa utama magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada Sabtu (15/8). Getaran utama pada pagi hari itu menimbulkan dampak di sejumlah wilayah sekitar pusat gempa.

Data PascagempaJumlahKeterangan
Gempa susulan2.119Hingga Selasa (18/8)
Gempa di atas magnitudo 524Bagian dari aktivitas susulan
Gempa dirasakan70Dirasakan masyarakat

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan data sementara mengarah pada kemungkinan berakhirnya aktivitas susulan dalam beberapa minggu. “Berdasarkan data sementara gempa susulan ini akan berakhir 3-4 minggu ke depan,” kata Wijayanto dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).

Perkiraan tersebut tidak berarti setiap wilayah akan mengalami getaran dengan intensitas yang sama. Namun, catatan ribuan kejadian menandakan aktivitas di sekitar sumber gempa masih terus berlangsung.

Sesar Naik di Flores Back-Arc

BMKG menyatakan gempa di Flores tergolong gempa dangkal akibat aktivitas tektonik Flores Back-Arc. Pergerakannya terjadi melalui mekanisme sesar naik atau thrust fault.

Karakter gempa dangkal membuat getaran di sekitar sumber gempa menjadi perhatian penting. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk mengikuti perkembangan aktivitas seismik setelah gempa utama.

Selain memicu gempa susulan, gempa utama juga menyebabkan tsunami. Peringatan dini tsunami dikeluarkan dua menit setelah gempa, dengan status siaga dan potensi tinggi gelombang 0,5 hingga 3 meter, serta status waspada.

Tsunami Mencapai 16 Lokasi

Stasiun pasang surut mengamati tsunami di 16 lokasi pada empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Gelombang tertinggi terjadi di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB dengan tinggi 1,605 meter.

Dampak Gempa Flores juga tercermin pada data korban dan kerusakan. BNPB hingga Senin (17/8) mencatat 68 korban meninggal dunia dan 213 orang luka-luka.

Wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, hingga Maumere melaporkan kerusakan dengan tingkat yang tidak seragam. Kerusakan di daerah-daerah itu berkisar dari kategori ringan sampai berat.

Informasi mengenai jumlah getaran, potensi berlanjutnya aktivitas, dan dampak di wilayah terdampak tetap menjadi perhatian pada fase pascagempa ini. Data kegempaan dari BMKG serta data dampak dari BNPB menjadi acuan perkembangan situasi.

Baca Juga