Keluarga KD memilih menerima kematian korban sebagai musibah setelah ia meninggal akibat dikeroyok warga di Tabanan, Bali. Namun, peristiwa yang dipicu dugaan pencurian seekor ayam aduan itu kembali menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri.
Perbekel Desa Sidetapa I Made Sutama menegaskan kekerasan yang berujung kematian tidak dapat dibenarkan. Ia mengingatkan bahwa orang yang diduga melakukan pelanggaran seharusnya diserahkan kepada polisi untuk diproses sesuai hukum.
“Kesalahan orang pasti ada, tetapi janganlah gara-gara hanya mencuri ayam sampai menghilangkan nyawa orang,” ujar Sutama. Menurut dia, dugaan tindak pidana tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan nyawa seseorang.
Sutama menyebut keluarga tidak berencana menempuh langkah hukum terkait pengeroyokan yang menyebabkan KD meninggal. Pihak keluarga, katanya, telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai musibah.
Keputusan itu diambil ketika keluarga KD masih berada dalam suasana berkabung. Pemakaman korban di Desa Sidetapa, daerah asalnya, diwarnai tangisan anak-anak yang ditinggalkan.
Dua Anak Masih Bersekolah
KD meninggalkan tiga anak dengan kondisi yang berbeda. Anak pertama telah berkeluarga, sedangkan dua anak lainnya masih menjalani pendidikan.
| Anak | Keterangan |
|---|---|
| Pertama | Sudah menikah |
| Kedua | Kelas 1 SMA |
| Bungsu | Kelas 1 SD |
Sutama mengaku merasa sedih saat menjemput jenazah KD dan melihat anak-anak korban menangis. Video tangisan anak perempuan KD saat pemakaman juga beredar di media sosial.
“Saya sedih sekali melihat anak-anaknya menangis,” kata Sutama. Ia menilai kehilangan ayah menjadi beban berat bagi keluarga yang ditinggalkan.
Pemeriksaan Polisi Berlanjut
Polisi menyatakan KD meninggal setelah dikeroyok warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kejadian berlangsung pada Jumat sekitar pukul 01.30 WITA.
Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan KD diketahui warga saat diduga mencuri ayam milik warga setempat. Ayam yang diduga hendak dicuri merupakan seekor ayam aduan.
Penyidik masih memeriksa saksi untuk mendalami keseluruhan peristiwa. Polisi juga melakukan identifikasi terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Wiwik menyampaikan bahwa penyelidikan mencakup dugaan pencurian serta kekerasan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Rangkaian kejadian masih terus didalami oleh kepolisian.
Sutama mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, warga diminta tidak mengambil tindakan sendiri dan menyerahkan setiap dugaan kejahatan kepada aparat yang berwenang.






