KBRI Bogota bersama jejaring masyarakat Indonesia terus menjaga komunikasi dengan warga negara Indonesia setelah gempa di Kolombia. Hasil pemantauan Kemlu menunjukkan 110 WNI yang terdata tetap dalam kondisi aman.
Hingga saat ini, tidak ada laporan warga Indonesia terdampak langsung oleh gempa. Kemlu juga belum menerima informasi mengenai kesulitan akses logistik di kalangan WNI yang berada di negara tersebut.
Saluran Komunikasi Dijaga Pascagempa
Grup komunikasi yang dikelola KBRI Bogota menjadi salah satu jalur utama untuk mengetahui kondisi warga Indonesia. Jaringan masyarakat setempat melengkapi saluran itu agar informasi dari berbagai kelompok WNI dapat diterima secara berkelanjutan.
Pola komunikasi tersebut diperlukan karena warga Indonesia di Kolombia tersebar dalam sejumlah lingkungan dan bidang pekerjaan. Dengan tetap terhubung, perwakilan Indonesia dapat mengetahui apabila muncul perubahan keadaan di lapangan.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan bahwa pemantauan belum menemukan hambatan pemenuhan kebutuhan dasar. “Sampai saat ini semuanya dalam keadaan aman dan tidak ada informasi, mereka kesulitan mengakses logistik,” ujarnya.
Pernyataan Heni disampaikan di kantor Kemlu pada Kamis (13/8/2026). Informasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyatakan belum ada kebutuhan penanganan khusus bagi WNI yang tercatat di Kolombia.
Komunitas Indonesia Tersebar di Berbagai Bidang
Catatan pemerintah menunjukkan jumlah WNI di Kolombia sekitar 110 orang. Mereka mencakup keluarga besar Kedutaan Besar Republik Indonesia, para misionaris, pekerja profesional, serta WNI yang menikah dengan warga negara asing.
Di kalangan pekerja profesional, warga Indonesia antara lain berada di sektor teknologi informasi, perminyakan, dan keuangan. Keberagaman latar belakang ini membuat koordinasi melalui KBRI dan komunitas menjadi penting.
Heni menyebut seluruh kelompok tersebut masuk dalam pendataan pemerintah. “WNI di Kolumbia berdasarkan catatan kita terdapat 110 orang,” kata Heni saat menjelaskan komposisi warga Indonesia di negara itu.
Logistik Masih Dapat Diakses
Selain memastikan keselamatan warga, Kemlu turut memperhatikan ketersediaan kebutuhan logistik setelah gempa. Sampai pembaruan terakhir, tidak ada laporan bahwa WNI mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan tersebut.
Kondisi ini menunjukkan belum ada gangguan yang dilaporkan oleh WNI melalui jalur komunikasi yang tersedia. Namun, Kemlu tetap meneruskan pemantauan agar informasi baru dapat segera ditindaklanjuti.
Keluarga WNI di Indonesia dapat memperoleh kepastian awal bahwa seluruh warga yang tercatat berada dalam keadaan aman. KBRI Bogota dan simpul masyarakat Indonesia di Kolombia akan tetap menjadi penghubung dalam pemantauan lanjutan.






