Jabatan juru bicara utama Gedung Putih akan kosong menjelang pemilu sela November 2026 setelah Karoline Leavitt memutuskan mundur. Hingga saat pengumuman disampaikan, belum ada nama pengganti untuk posisi Sekretaris Pers Gedung Putih tersebut.
Leavitt dijadwalkan menyelesaikan tugasnya pada akhir Agustus 2026 setelah sekitar satu setengah tahun menjabat. Kepergiannya menjadi perhatian karena posisi itu turut menentukan cara pemerintah berhubungan dengan media massa.
Pengganti Hadapi Pola Media yang Berubah
Selama masa jabatan Leavitt, Gedung Putih menerapkan perubahan dalam pola komunikasi publik. Bersama Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, ia terlibat dalam upaya memperluas saluran penyampaian pesan pemerintah.
Perubahan tersebut antara lain berupa pembatasan peran White House Correspondents’ Association. Sebaliknya, media digital baru mendapatkan ruang akses yang lebih besar.
Kreator siniar dan penerbit buletin termasuk kelompok yang memperoleh ruang dalam pola komunikasi itu. Kebijakan tersebut membuat peran sekretaris pers tidak lagi hanya berkaitan dengan konferensi pers dan pernyataan resmi.
Jabatan itu juga menjadi bagian dari strategi untuk menjangkau audiens di luar media konvensional. Karena itu, siapa pun yang menggantikan Leavitt akan memasuki struktur hubungan media yang telah mengalami penyesuaian.
Alasan Mundur demi Keluarga
Leavitt memilih meninggalkan jabatan resminya agar dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga serta dua anaknya yang masih kecil. Ia baru kembali dari cuti melahirkan setelah melahirkan anak keduanya pada Mei.
Keputusan itu tidak berarti perempuan berusia 28 tahun tersebut berhenti dari kegiatan politik. Leavitt akan beralih menjadi penasihat komunikasi eksternal dan tetap mendukung gerakan MAGA.
Keterlibatan itu akan berlanjut menjelang pemilu sela November 2026. Dengan demikian, mundurnya Leavitt lebih mencerminkan perpindahan peran dibandingkan penarikan diri penuh dari arena politik.
Apresiasi dari Trump
Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pengunduran diri Leavitt pada Rabu (12/8). Dalam unggahan media sosial, Trump menilai Leavitt sebagai figur penting dalam tim politik dan pemerintahannya.
Trump menyatakan Leavitt telah bekerja bersamanya sejak 2018. Ia juga tercatat ikut dalam kampanye pemilihan kembali pada 2024.
“Karoline telah menjadi pemimpin sejati di Gedung Putih dan melakukan pekerjaan fenomenal dalam memperjuangkan keadilan, kebebasan, dan kemerdekaan sejak 2018, termasuk dalam kampanye pemilihan kembali kami yang bersejarah pada 2024,” ujar Trump.
Trump turut menyebut Leavitt sebagai salah satu juru bicara terbaik yang pernah dimiliki Gedung Putih. Pujian tersebut menegaskan kontribusinya dalam menyampaikan serta mempertahankan agenda pemerintahan di hadapan publik.
Belum adanya pengganti membuat Gedung Putih masih memiliki pekerjaan untuk memastikan kesinambungan komunikasi pada masa peralihan. Sementara posisi resmi itu menunggu diisi, Leavitt akan tetap berperan dari luar pemerintahan melalui tugas barunya sebagai penasihat komunikasi.






