Kapasitas 900 Ribu MT Jadi Andalan Smelter Amman untuk Hilirisasi Mineral Indonesia

Kapasitas pengolahan hingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga per tahun menjadi kekuatan utama smelter Amman di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Fasilitas tersebut kini telah memasuki fase operasi jangka panjang.

Pengoperasian smelter memperluas kemampuan Indonesia dalam mengolah konsentrat tembaga di dalam negeri. Proses tersebut menghasilkan produk bernilai tambah yang dapat digunakan oleh beragam sektor industri.

Produk utama fasilitas ini adalah katoda tembaga. Selain itu, proses pengolahan terintegrasi menghasilkan emas, perak, asam sulfat, dan selenium.

Katoda tembaga serta produk turunannya dibutuhkan dalam pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, teknologi digital, dan manufaktur berteknologi tinggi. Keberagaman hasil produksi membuat smelter ini tidak hanya berperan dalam pemrosesan tembaga.

Rincian fasilitas pengolahan

AspekRincian
Wilayah operasiKabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat
Kapasitas tahunanHingga 900 ribu metrik ton konsentrat tembaga
Pasokan awalTambang Batu Hijau
Pasokan berikutnyaTambang Elang pada masa mendatang

Bahan baku utama smelter berasal dari tambang Batu Hijau. Tambang Elang direncanakan menyusul sebagai sumber pasokan konsentrat pada masa mendatang.

Smelter Amman mengintegrasikan pengolahan konsentrat tembaga dengan pemurnian logam mulia. Proyek tersebut termasuk proyek strategis nasional dalam agenda penguatan hilirisasi mineral.

PAC mengakhiri tahap konstruksi dan komisioning

Seluruh konstruksi dan komisioning proyek telah dinyatakan selesai melalui Completion and Project Acceptance Certificate atau PAC. Dokumen tersebut ditandatangani antara Amman dan China Nonferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. atau NFC.

Penandatanganan PAC berlangsung di Beijing, China, pada 18 Juli 2026. Dokumen itu menegaskan pekerjaan telah diselesaikan sesuai ruang lingkup kontrak dan seluruh pengujian jaminan kinerja telah terpenuhi.

Fasilitas telah beroperasi lebih dari satu tahun ketika PAC ditandatangani. Dengan demikian, sertifikat itu menjadi penanda formal atas selesainya tahapan pelaksanaan proyek.

Presiden Direktur Amman Arief Sidarto menyebut rampungnya proyek sebagai pencapaian penting bagi perusahaan. Ia mengatakan proses pembangunan hingga komisioning melewati berbagai tantangan dengan dukungan karyawan dan mitra perusahaan.

“Rampungnya proyek smelter ini merupakan pencapaian penting bagi Amman,” ujar Arief dalam keterangan tertulis yang dikutip CNN Indonesia. Ia menilai kerja keras, ketangguhan, dan kolaborasi kuat menjadi penopang penyelesaian proyek tersebut.

Dorongan untuk industri domestik

Pengolahan konsentrat di dalam negeri memberi jalur bagi mineral untuk tidak berhenti pada ekspor bahan mentah. Nilai tambah diharapkan dapat diperoleh dari produk hasil pemrosesan yang masuk ke rantai industri.

Arief menyatakan operasi smelter menegaskan komitmen Amman dalam mendukung hilirisasi nasional. Ia berharap ekosistem kebijakan yang meningkatkan daya saing industri pengolahan dan pertambangan domestik terus diperkuat.

Menurutnya, penguatan kebijakan diperlukan agar manfaat hilirisasi dapat dioptimalkan dalam dinamika global. Smelter berkapasitas besar di Sumbawa Barat ini menjadi salah satu fasilitas penting bagi pengolahan mineral di Indonesia.

Baca Juga