Jhon Duran Starter, Benfica Lolos Meski Tujuh Perubahan Diuji Hearts

Jhon Duran menjalani starter pertamanya musim ini saat Benfica menghadapi Hearts pada leg kedua kualifikasi ketiga Liga Europa. Kepercayaan itu hadir di tengah tujuh perubahan yang dilakukan Marco Silva, tetapi Benfica tetap meraih hasil yang diperlukan untuk lolos.

Benfica bermain imbang 1-1 melawan Hearts di Tynecastle Park, Edimburgo. Skor tersebut cukup karena klub Portugal itu sudah membawa keunggulan agregat berkat kemenangan besar pada pertemuan di Estadi da Luz.

Rotasi Tidak Mengubah Target Utama

Marco Silva hanya mempertahankan empat pemain dari susunan awal pertandingan sebelumnya, yakni Samuel Soares, Lenglet, Barrenechea, dan Sudakov. Perubahan luas itu memberi kesempatan tampil kepada pemain lain tanpa mengorbankan kelanjutan Benfica di Liga Europa.

Duran mengambil tempat di lini depan sebagai pemain baru Benfica yang mendapat kesempatan menjadi starter. Penampilannya menjadi salah satu bagian dari strategi rotasi yang diterapkan dalam pertandingan di kandang Hearts.

Susunan pemain yang berbeda menunjukkan Benfica tetap memanfaatkan kedalaman tim pada laga kualifikasi. Hasil seri menjaga mereka tetap berada di jalur kompetisi Eropa tanpa perlu mengejar kemenangan di leg kedua.

TimLeg KeduaHasil Perjalanan
Benfica1-1 melawan HeartsLolos ke babak utama Liga Europa
Hearts1-1 melawan BenficaGugur pada kualifikasi ketiga

Manu Silva dan Jose Neto Diberi Peran

Barisan pertahanan menjadi sektor dengan perubahan paling terlihat dalam tim Benfica. Amar Dedic, Manu Silva, dan Jose Neto masuk untuk bermain bersama Lenglet.

Manu Silva dipercaya menempati posisi bek tengah sejak menit awal sebagai pengganti Antonio Silva. Jose Neto menjalani debut sebagai starter musim ini di peran bek sayap.

Perubahan komposisi pertahanan itu tidak menghalangi Benfica menjaga hasil imbang di Tynecastle. Kelolosan mereka sekaligus menegaskan bahwa keunggulan dari leg pertama tetap dapat dipertahankan dengan rotasi pemain.

Hearts Tetap Mengambil Sisi Positif

Hearts memandang hasil imbang ini sebagai tanda positif setelah pertemuan pertama. Bermain di depan pendukung sendiri, mereka merasa dapat menerapkan beberapa ide yang telah dipersiapkan sejak pramusim.

Claudio Braga menyatakan timnya masih memiliki banyak hal untuk diperbaiki. Namun, ia menilai penerapan gagasan permainan saat menghadapi Benfica merupakan perkembangan yang penting.

“Kami tahu ini akan menjadi pertandingan yang tidak terlalu sulit, mengingat kami bermain di rumah dan mendapat dukungan dari para pendukung kami,” kata Braga. “Masih banyak yang harus ditingkatkan, tetapi kenyataannya kami berhasil menerapkan beberapa gagasan kami dan itu sudah sangat bagus.”

Menurut Braga, pertandingan tersebut membantu pemain Hearts melihat hasil dari pekerjaan yang dilakukan bersama. Ia menyebut perjalanan tim masih panjang, tetapi perkembangan itu diyakini dapat membuahkan hasil.

Braga juga mengatakan Hearts membuat penyesuaian secara taktik dibandingkan leg pertama. Baginya, mampu menjalankan ide latihan pramusim melawan Benfica menjadi alasan untuk tetap bangga, walau perjalanan mereka di kualifikasi Liga Europa berakhir.

Ia menekankan bahwa Benfica tidak datang ke Edimburgo untuk kalah atau bermain imbang, meski telah memiliki posisi kuat dalam eliminasi. Hasil 1-1 pun menjadi modal mental untuk Hearts, sementara Benfica menatap babak utama Liga Europa.

Baca Juga