Jalan Tambak hingga Pegangsaan Diperketat, Ini Fokus Pengamanan Pascabentrokan

Pengamanan diperketat di Jalan Tambak hingga Jalan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menjaga aktivitas warga setelah bentrokan antarkelompok. Ratusan personel gabungan dikerahkan agar gangguan susulan dapat dicegah.

Perhatian aparat tidak hanya tertuju pada titik bentrokan, tetapi juga pada kawasan yang menjadi ruang kegiatan masyarakat. Jalan Pegangsaan menjadi salah satu fokus karena di area itu terdapat aktivitas warga dan sentra usaha mikro, kecil, dan menengah.

Aktivitas Warga dan UMKM Dijaga

Pengamanan di kawasan Pegangsaan diarahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif tanpa menghambat kegiatan sehari-hari. Aparat ingin warga dan pelaku UMKM tetap dapat beraktivitas secara normal.

Selain Jalan Tambak dan Jalan Pegangsaan, area sekitar Masjid Jami Matraman juga menjadi lokasi penempatan personel. Sejumlah titik itu dinilai strategis dalam upaya menjaga keamanan lingkungan pascabentrokan.

LokasiPeran dalam Pengamanan
Jalan TambakAntisipasi bentrokan susulan
Jalan PegangsaanMenjaga aktivitas warga dan UMKM
Masjid Jami MatramanTitik penempatan aparat dan peninjauan situasi

Personel yang diterjunkan merupakan kekuatan gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Kodam Jaya. Mereka disiagakan di lingkungan Kelurahan Pegangsaan untuk mencegah munculnya gangguan lanjutan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung turut meninjau kondisi di depan Masjid Jami Matraman. Ia hadir bersama Camat Menteng, Lurah Pegangsaan, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, dan tokoh agama setempat.

Unsur Wilayah Dilibatkan untuk Meredakan Situasi

Kehadiran pemerintah wilayah dan tokoh setempat menjadi bagian dari upaya menenangkan warga. Langkah tersebut ditempuh agar kondisi di Matraman Dalam dan lingkungan Pegangsaan tetap terkendali.

Reynold meminta masyarakat tidak terpancing provokasi setelah bentrokan. Warga, khususnya di Matraman Dalam, diminta tetap melakukan kegiatan seperti biasa.

“Kami ingin memberikan imbauan kepada warga, khususnya warga Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, agar tidak terprovokasi dan tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya,” kata Reynold. Imbauan itu disampaikan di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026.

Aparat juga memberi perhatian pada penyebaran informasi mengenai kondisi pascabentrokan. Masyarakat diminta tidak membagikan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Menurut Medcom, kepolisian menekankan bahwa informasi yang tidak tepat dapat memperkeruh situasi. Warga juga diminta tidak membuat pemberitaan secara berlebihan serta menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Proses Hukum Diserahkan kepada Kepolisian

Reynold mengajak masyarakat mempercayakan proses penegakan hukum kepada jajaran Polda Metro Jaya. Pesan itu disampaikan bersamaan dengan pengamanan yang terus dilakukan di titik-titik strategis.

Penjagaan di Jalan Tambak, sekitar Masjid Jami Matraman, dan Jalan Pegangsaan merupakan langkah pencegahan setelah bentrokan antarkelompok. Fokusnya tetap pada keamanan lingkungan serta kelancaran kegiatan warga dan pelaku UMKM.

Baca Juga