Apple diperkirakan memulai penjualan iPhone Ultra di Amerika Serikat pada September 2026. Konsumen di Indonesia dan sejumlah pasar internasional berpotensi harus menunggu beberapa bulan sebelum perangkat lipat pertama Apple itu tersedia secara resmi.
Pola distribusi terbatas ini membuat iPhone Ultra disebut tidak akan hadir bersamaan di semua negara ketika lini iPhone 18 meluncur. Ketersediaan awal diperkirakan bergantung pada kesiapan pasokan, penetapan harga, dan kelancaran proses produksi.
Pasar Awal Diprioritaskan untuk Amerika Serikat
Informasi yang beredar menempatkan Amerika Serikat sebagai negara pertama yang mendapat alokasi iPhone Ultra. Negara lain, termasuk pasar di Asia, disebut baru berpeluang memperoleh perangkat tersebut dalam gelombang peluncuran berikutnya.
| Pasar | Status ketersediaan | Perkiraan waktu |
|---|---|---|
| Amerika Serikat | Mendapat alokasi pertama | September 2026 |
| Negara lain termasuk Asia | Menunggu peluncuran lanjutan | Beberapa bulan setelah AS |
| Australia | Tidak hadir bersamaan dengan lini iPhone 18 | Belum disebutkan |
Sejumlah operator seluler di Australia juga dilaporkan mengonfirmasi bahwa perangkat layar lipat Apple itu tidak akan tersedia serentak dengan lini iPhone 18. Belum ada informasi khusus mengenai jadwal distribusi resmi iPhone Ultra di Indonesia.
Pasokan dan Harga Menjadi Faktor Utama
Channel News, sebagaimana dikutip Apple Insider, melaporkan keterlambatan distribusi di luar AS berkaitan dengan persoalan pasokan dan harga. Informasi itu disebut berasal dari seorang pemasok komponen asal Tiongkok yang tidak disebutkan namanya.
Sumber tersebut juga menyampaikan adanya kemungkinan hambatan dalam pengujian unit produksi yang telah dirakit. “Kami juga percaya Apple sedang menghadapi kendala pengujian pada model produksi yang sudah dirakit,” ujar sumber itu dalam laporan yang dikutip pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Kabar mengenai pengujian tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan informasi lain yang beredar. Sejumlah laporan terbaru justru menunjukkan bahwa kendala teknis awal pada prototipe ponsel lipat Apple telah ditangani oleh tim perusahaan.
Produksi Awal Disebut Meningkat
Di tengah kemungkinan peluncuran yang terbatas, target produksi awal iPhone Ultra dilaporkan naik hingga 10 juta unit. Angka itu meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berada pada kisaran 7 juta sampai 8 juta unit.
Peningkatan target produksi dapat mencerminkan optimisme Apple terhadap kategori perangkat lipatnya. Namun, volume produksi yang lebih besar belum memastikan seluruh pasar internasional akan langsung memperoleh stok pada fase awal.
Apple sebelumnya pernah menggunakan pendekatan peluncuran bertahap untuk produk kategori baru. Menurut laporan Liputan6.com, Apple Vision Pro lebih dulu dipasarkan secara eksklusif di AS sebelum diperluas ke negara lain beberapa pekan kemudian.
Strategi serupa dinilai relevan untuk iPhone Ultra karena ponsel lipat memiliki tingkat kerumitan manufaktur yang tinggi. Produksi awal dalam jumlah terbatas dapat memberi ruang bagi Apple untuk menjaga kualitas perangkat sebelum memperluas distribusi.
Laporan internal juga mengindikasikan pengembangan iPhone lipat generasi ketiga telah dimulai dengan target rilis pada 2028. Bagi calon pembeli di Indonesia, kepastian ketersediaan iPhone Ultra pada akhirnya masih akan bergantung pada stabilitas rantai pasok dan keputusan distribusi Apple.






