Apple menutup 78 kerentanan keamanan melalui iOS 26.6, termasuk celah yang dapat membuka kemungkinan akses root atau kernel pada iPhone. Tingkat akses tersebut tergolong serius karena berpotensi memberi aplikasi berbahaya kendali lebih luas terhadap sistem perangkat.
Pembaruan ini mencakup 87 nomor Common Vulnerabilities and Exposures atau CVE unik. Apple menyatakan belum menemukan bukti bahwa kerentanan yang diperbaiki itu telah dieksploitasi oleh peretas.
Komponen MediaRemote dan AVEVideoEncoder menjadi bagian yang mendapat perhatian karena berkaitan dengan kemungkinan eksekusi kode serta akses tingkat tinggi. Jika celah semacam ini dimanfaatkan, aplikasi berbahaya berpotensi memengaruhi fungsi inti perangkat.
Risiko keamanan juga muncul dari sejumlah komponen lain yang menangani pembatasan aplikasi, berkas media, peramban, dan konektivitas nirkabel. Dampaknya dapat berupa kebocoran data, gangguan stabilitas, hingga pemrosesan kode yang tidak semestinya.
| Area | Risiko Sebelum Diperbaiki | Dampak Potensial |
|---|---|---|
| MediaRemote dan AVEVideoEncoder | Akses root atau kernel, eksekusi kode | Kendali sistem dapat meluas |
| Game Center, CloudAttestation, dan libc | Pembobolan sandbox dan verifikasi kode | Batas keamanan aplikasi dapat dilewati |
| ImageIO dan SceneKit | Pemrosesan berkas khusus | Kode berbahaya berpotensi dijalankan |
| WebKit dan Wi-Fi | Akses data, crash, spoofing, kerusakan memori | Privasi dan stabilitas terganggu |
Perlindungan Aplikasi dan Berkas Media
Apple turut membenahi Game Center, CloudAttestation, dan libc dalam pembaruan ini. Kerentanan pada area tersebut sebelumnya berpotensi memungkinkan aplikasi melewati sandbox sistem atau memotong proses verifikasi kode resmi.
Sandbox berfungsi membatasi akses aplikasi agar tidak dengan mudah menjangkau bagian lain dari sistem. Karena itu, perbaikan terhadap kemungkinan pembobolan pembatas tersebut penting untuk menjaga isolasi antarproses di perangkat.
ImageIO dan SceneKit juga masuk daftar komponen yang ditangani iOS 26.6. Berkas gambar atau rancangan yang dibuat secara khusus berpotensi menjadi jalur eksekusi kode berbahaya apabila celah pemrosesannya belum ditutup.
Aspek data pribadi turut menjadi perhatian dalam pembaruan ini. Sebelumnya, pelaku yang memiliki akses fisik ke perangkat berpotensi menambahkan kontak tanpa izin atau mengintip data sensitif melalui iPhone Mirroring.
Safari dan Koneksi Nirkabel
WebKit, mesin peramban yang menjadi dasar Safari, memperoleh pembenahan besar dalam rilis iOS 26.6. Celah di area ini berpotensi dipakai untuk melihat riwayat penelusuran, memalsukan antarmuka, mengakses berkas di luar sistem, atau menyebabkan Safari berhenti mendadak.
Apple juga menutup satu kerentanan pada fitur Wi-Fi. Celah itu berpotensi memungkinkan peretas yang berada di sekitar pengguna merusak memori proses perangkat.
Menurut dokumen panduan keamanan Apple yang dirangkum Liputan6.com, bagian kernel menerima belasan perbaikan. Kerentanan pada komponen inti tersebut sebelumnya dapat dikaitkan dengan kerusakan memori utama, kebocoran data rahasia, penerobosan filter jaringan, dan sistem yang mati mendadak.
Pembaruan untuk Perangkat Apple Lain
Pembenahan keamanan tidak hanya tersedia bagi pengguna iPhone karena iPadOS 26.6 membawa perbaikan yang sama untuk iPad. Apple juga merilis macOS Tahoe 26.6 dengan perbaikan untuk 155 CVE unik.
Pada macOS, salah satu risiko yang ditangani berkaitan dengan kemungkinan aplikasi asing menembus perlindungan Gatekeeper dan mengakses data pribadi. Versi macOS yang lebih lama juga memperoleh pembaruan keamanan.
watchOS 26.6, tvOS 26.6, dan visionOS 26.6 secara kumulatif memperbaiki 194 CVE unik. Pengguna iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, Apple TV, dan Apple Vision Pro disarankan memasang pembaruan yang tersedia untuk memperoleh perlindungan tersebut.






