Pembahasan insentif kendaraan listrik belum masuk dalam agenda komunikasi antara BPI Danantara dan Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan topik tersebut dibicarakan Danantara langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya belum menjelaskan hasil maupun arah pembicaraan terkait insentif kendaraan listrik itu. Ia memilih menunggu hasil komunikasi antara Danantara dan Presiden.
“Dia yang mendiskusikan dengan Bapak Presiden. Saya tunggu aja nanti hasilnya,” kata Purbaya. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditanya mengenai kemungkinan insentif kendaraan listrik.
Di luar isu kendaraan listrik, pertemuan Purbaya dengan Chief Technology Officer BPI Danantara, Sigit Pudji, membahas peluang dukungan pemerintah. Salah satu perhatian utama dalam pembicaraan itu ialah tambahan kontribusi pajak yang dapat diberikan kepada negara.
Pertemuan berlangsung di kantor Purbaya di Gedung Juanda, Jakarta, pada 12 Agustus 2026. Diskusi tersebut digunakan untuk memperoleh pemahaman mengenai program-program yang dibawa pihak Danantara.
| Bagian | Rincian |
|---|---|
| Pejabat yang bertemu | Purbaya Yudhi Sadewa dan Sigit Pudji |
| Waktu dan lokasi | 12 Agustus 2026 di Gedung Juanda, Jakarta |
| Agenda utama | Program Danantara, dukungan pemerintah, dan potensi tambahan pajak |
Purbaya mengatakan pemerintah perlu mengetahui bentuk program Danantara sebelum membicarakan bantuan secara lebih jauh. Langkah itu diperlukan agar dukungan yang mungkin diberikan dapat ditempatkan pada area yang sesuai.
“Ini kan baru CTO Danantara, saya diskusi dengan dia untuk melihat seperti apa sih program-program dia dan melihat kemungkinan kalau pemerintah atau Kementerian Keuangan bisa bantu,” ujar Purbaya. Keterangan itu menunjukkan pembahasan masih berada pada tahap penjajakan.
Dalam penilaiannya, peluang bantuan juga perlu disandingkan dengan dampak fiskal. Purbaya menyoroti kemungkinan Danantara menyumbang penerimaan pajak yang lebih besar.
“Di mana kita bisa bantunya? Kalau dia bisa nyumbang pajak lebih. Di mana dia nyumbang pajak lebihnya,” katanya. Ia tidak menjelaskan secara rinci program atau sektor yang dimaksud dapat menghasilkan tambahan pajak.
Dua jalur pembahasan berbeda
Pembicaraan mengenai dukungan Kementerian Keuangan berpusat pada program Danantara dan kontribusi terhadap negara. Sementara itu, pembahasan insentif kendaraan listrik disebut berada pada jalur komunikasi Danantara dengan Presiden.
Pemisahan jalur pembahasan tersebut membuat belum ada kepastian mengenai kebijakan insentif kendaraan listrik dari Kementerian Keuangan. Purbaya juga belum menyampaikan apakah hasil pembicaraan Danantara dengan Presiden akan dibahas kembali bersama kementeriannya.
Perjumpaan dengan Sigit Pudji memperlihatkan pemerintah tengah menelaah peluang dukungan terhadap program Danantara. Pada saat yang sama, Kementerian Keuangan menempatkan manfaat berupa penerimaan pajak sebagai bagian dari pertimbangan utama.






