Pihak Insanul Fahmi menyebut pemenuhan kebutuhan anak tidak hanya mengacu pada nafkah Rp3 juta per bulan yang diputuskan hakim. Kuasa hukumnya mengatakan terdapat biaya tambahan untuk jalan-jalan dan pembelian mainan yang diberikan di luar kewajiban tersebut.
Keterangan itu disampaikan di tengah tudingan mantan istri Insanul, Wardatina Mawa, bahwa nafkah anak tidak diberikan setelah perceraian. Pihak Insanul membantah tudingan itu dan menegaskan kewajiban terhadap anak tetap dijalankan.
Putusan Hakim Menetapkan Rp3 Juta per Bulan
Tommy Tri Yunanto, kuasa hukum Insanul, menjelaskan bahwa putusan majelis hakim menetapkan nilai nafkah anak sebesar Rp3 juta setiap bulan. Menurutnya, Insanul telah memastikan pemberian kepada anak sesuai nominal itu, bahkan lebih.
“Yang jelas kalau berdasarkan putusan Majelis Hakim terkait masalah nafkah anak seperti yang diputuskan Rp 3 juta sebulan, tentunya Insanul telah menyatakan dan memastikan bahwa dirinya sudah memberikan nilai segitu bahkan lebih,” ujar Tommy. Pernyataan tersebut dikutip Beritasatu dari channel Selebtube, Jumat (14/8/2026).
Tommy menyebut perhatian terhadap anak juga terlihat dari pengeluaran yang tidak tertuang dalam putusan pengadilan. Pengeluaran itu mencakup kegiatan bersama anak serta pembelian mainan.
“Apalagi klien saya ini suka anaknya jalan-jalan, beliin mainan dan lain-lain yang tentunya biaya-biaya tersebut di luar putusan hakim dan itu lebih dari cukup,” kata Tommy. Ia menilai tindakan tersebut menunjukkan perhatian Insanul terhadap persoalan anak.
Bantahan atas Keterangan Wardatina Mawa
Persoalan nafkah mencuat setelah Wardatina Mawa menyampaikan pernyataan kepada publik mengenai kewajiban mantan suaminya. Pihak Insanul menyatakan informasi itu tidak sesuai dengan keadaan yang mereka sampaikan.
Tommy menegaskan kondisi ekonomi Insanul yang disebut sedang menurun tidak menghapus perhatian terhadap kebutuhan anak. Ia menyampaikan bahwa kliennya tetap menjalankan kewajiban setelah perceraian.
“Jadi kalau ada statement yang disampaikan oleh saudari M menurut Insanul tidak benar,” lanjut Tommy. Pernyataan itu menjadi bantahan langsung dari pihak Insanul atas isu yang berkembang.
Keinginan Menjaga Urusan Keluarga Tetap Pribadi
Pihak Insanul menyatakan kecewa karena persoalan rumah tangga dan kebutuhan anak dibahas secara terbuka di media. Mereka menilai komunikasi langsung antara kedua pihak lebih tepat untuk menangani masalah tersebut.
Insanul juga menyampaikan pandangannya bahwa masalah yang muncul dapat menjadi ruang untuk memperbaiki diri. “Harusnya ini masalah rumah tangga seharusnya menjadi privasi, tetapi malah beritanya banyak di media. Bagi aku, permasalahan ini menjadi media aku untuk memperbaiki diri,” tuturnya.
Tommy berharap pembahasan serupa tidak kembali disampaikan secara terbuka. Ia menilai cara tersebut akan lebih baik untuk menjaga nama baik Insanul dan Wardatina Mawa.
“Sepertinya ke depan alangkah lebih baik, lebih elok dan lebih nyaman, masalah seperti ini tidak perlu diumbar-umbar,” kata Tommy. Pihaknya berharap komunikasi yang lebih baik dapat dibangun dengan fokus pada kepentingan anak.






