Pendaftar yang lulus pendidikan di Politeknik Siber dan Sandi Negara harus bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mereka juga wajib menjalani masa ikatan dinas sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen tersebut menyertai pembukaan 50 kursi mahasiswa baru Poltek SSN untuk angkatan 2026/2027. Pendaftaran dibuka pada 10 Agustus dan berakhir pada 10 September 2026.
Seleksi Berlapis Setelah Verifikasi Berkas
Proses pendaftaran dimulai melalui SSCASN Sekolah Kedinasan dengan pembuatan akun menggunakan NIK dan unggahan swafoto. Peserta lalu memilih Politeknik Siber dan Sandi Negara serta program studi yang diminati.
Setelah mengisi biodata, nilai, dan dokumen, peserta perlu mencetak kartu pendaftaran untuk menunggu hasil verifikasi. Peserta yang lolos administrasi akan memperoleh kode billing pembayaran Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.
SKD diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara dan biayanya ditanggung peserta sesuai peraturan yang berlaku. Tahapan setelahnya meliputi seleksi akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, Litpers berupa CT/MI tertulis dan wawancara, hingga pantukhir.
Jadwal setiap tahapan dapat dipantau melalui laman penerimaan Poltek SSN. Ketelitian saat mengunggah berkas menjadi penting karena verifikasi administrasi dilakukan sebelum peserta dapat mengikuti tahap berikutnya.
Kuota Terbagi pada Tiga Program Studi
Penerimaan tahun ini menyediakan tiga program studi Diploma IV yang berkaitan dengan keamanan siber dan kriptografi. Kuota 50 orang tersebut tercantum dalam Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026.
| Program Studi | Jenjang | Kuota |
|---|---|---|
| Rekayasa Keamanan Siber | D4 | 22 orang |
| Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi | D4 | 10 orang |
| Rekayasa Kriptografi | D4 | 18 orang |
Rekayasa Keamanan Siber memperoleh kuota terbanyak, yaitu 22 orang. Rekayasa Kriptografi menyediakan 18 kursi, sedangkan Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi membuka 10 kursi.
Nilai Minimal dan Latar Pendidikan
Peserta harus memiliki rata-rata nilai Matematika teori atau pengetahuan minimal 80 pada semester 4 dan 5. Rata-rata nilai Bahasa Inggris teori atau pengetahuan pada semester yang sama juga minimal 80.
SMA/MA jurusan IPA dapat mendaftar bagi sekolah yang belum menggunakan Kurikulum Merdeka. Lulusan SMA/MA semua jurusan diperbolehkan mengikuti seleksi apabila sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka.
Peluang juga terbuka bagi lulusan SMK bidang Teknik Elektronika dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jurusan yang termasuk di dalamnya antara lain Teknik Otomasi Industri, Teknik Elektronika dan Komunikasi, Sistem Informatika, Jaringan dan Aplikasi, serta Pengembangan Gim.
Dokumen dan Ketentuan Pribadi
Dokumen utama yang wajib diunggah mencakup pas foto berwarna terbaru berlatar merah, KTP asli atau Kartu Keluarga asli, rapor, hasil pemeriksaan kesehatan, surat pernyataan, dan kartu BPJS Kesehatan. Pendaftar yang belum memiliki KTP dapat memakai Kartu Keluarga asli sebagai pengganti identitas.
| Berkas | Format | Batas Ukuran |
|---|---|---|
| Pas foto dan KTP atau KK | JPG | 200 KB |
| Rapor semester 4 dan 5 | 1.000 KB | |
| Pemeriksaan kesehatan dan buta warna | 500 KB | |
| Surat pernyataan bermaterai Rp10.000 | 700 KB |
Calon taruna wajib sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna, serta tidak memiliki penyakit bawaan atau menular. Tinggi badan minimal ialah 160 cm untuk pria dan 150 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang.
Peserta harus belum menikah dan bersedia tidak menikah selama pendidikan, serta tidak sedang terikat dinas dengan instansi lain. Ketentuan juga mensyaratkan NIK valid, kepemilikan BPJS Kesehatan, dan tidak pernah putus studi dari Poltek SSN atau perguruan tinggi kedinasan lain.






