Drone thermal dikerahkan untuk membantu pemetaan pencarian Bayu Zulkarnain yang memasuki hari ketiga di Sungai Cisadane. Meski area operasi telah diperluas hingga radius 1,2 kilometer, korban belum ditemukan hingga pukul 15.00 WIB.
Pencarian dilakukan dari titik dugaan Bayu jatuh di sekitar Jembatan Cipaku, Kota Bogor. Arus bawah air yang kuat dan sampah yang menumpuk di dasar sungai menjadi tantangan terbesar bagi tim di lapangan.
Tim Menyisir Titik yang Dianggap Berpotensi
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Dimas Tiko Prahadisasongko menyatakan pencarian pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Sekitar 100 personel dilibatkan untuk memperluas penyisiran dan melakukan penyelaman.
“Pencarian hari ketiga terhadap saudara kita, Bayu, sudah mulai dilakukan tadi sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Dimas. Penyelam diturunkan ke beberapa lokasi yang diduga kuat masih berada di sekitar area korban.
Selain penyelaman, tim SAR gabungan menyisir aliran sungai dan memasang jaring pengaman. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kemungkinan korban dapat ditemukan atau tertahan di jalur pencarian.
| Komponen Pencarian | Pelaksanaan |
|---|---|
| Titik awal | Jembatan Cipaku |
| Radius operasi | 1,2 kilometer |
| Metode | Penyelaman, penyisiran sungai, dan jaring pengaman |
| Teknologi pendukung | Drone thermal untuk pemetaan wilayah |
Barang Pribadi Ditemukan di Sekitar Lokasi
Fokus operasi di Sungai Cisadane berawal dari penemuan motor Bayu di ujung Jembatan Cipaku. Motor tersebut ditemukan dalam kondisi kontak masih menyala.
Helm dan tas milik Bayu turut ditemukan mengambang sekitar 100 meter dari titik dugaan jatuh. Kendati demikian, polisi belum mendapatkan saksi yang melihat secara langsung Bayu terjatuh ke sungai.
Bayu merupakan aparatur sipil negara di Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor. Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin mengatakan Bayu sempat mengirim pesan WhatsApp kepada keluarganya pada pukul 18.15 WIB.
Dalam pesan itu, Bayu memberi tahu bahwa ia sedang dalam perjalanan pulang. “Bahwa korban ke keluarganya WA ‘Saya pulang’,” kata Ihin.
Pemerintah Kota Bogor Pantau Operasi
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan keprihatinan atas hilangnya Bayu. “Kami prihatin atas peristiwa ini dan berharap saudara Bayu segera ditemukan,” kata Dedie.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin datang ke lokasi pencarian dan bertemu keluarga korban. Ia mengatakan petugas terus menggali keterangan dari masyarakat serta saksi yang pertama kali melihat motor di ujung jembatan.
Jenal menyebut Basarnas, BPBD Kota Bogor, dan tim SAR gabungan tetap bekerja meski korban belum ditemukan. Dalam keterangannya, ia menyebut terdapat 70 personel yang terlibat dalam operasi.
Keluarga dapat melapor kepada kepolisian dengan status orang hilang apabila jasad Bayu belum ditemukan. Sementara pencarian terus dilakukan, kondisi arus bawah air dan sampah di Sungai Cisadane masih menjadi faktor yang memperlambat penyisiran.






