Harga Emas Antam Ditutup Rp 2,675 Juta, Rentang Geraknya Kini Makin Lebar

Harga emas Antam menutup Sabtu, 15 Agustus 2026, pada Rp 2,675 juta per gram, tetapi proyeksi pekan berikutnya membentang sangat lebar. Harga berpeluang naik menuju Rp 2,830 juta per gram atau turun hingga Rp 2,520 juta per gram.

Selisih antara dua skenario tersebut muncul setelah pergerakan harga sepanjang pekan sebelumnya berubah cepat dari hari ke hari. Kondisi ini membuat arah perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, penting untuk diperhatikan.

Proyeksi Atas dan Bawah Harga Emas

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menempatkan Rp 2,701 juta per gram sebagai skenario penguatan awal. Jika momentum bertahan, harga logam mulia Antam dapat meningkat hingga Rp 2,830 juta per gram.

Di sisi lain, harga berpotensi melemah ke Rp 2,661 juta per gram pada Senin. Skenario tekanan yang berlanjut selama sepekan dapat mendorong harga ke Rp 2,520 juta per gram.

Ibrahim mengatakan, “Kalau seandainya turun, harga logam mulia (emas Antam) pada hari Senin kemungkinan ditransaksikan Rp 2,661 juta per gram.” Pernyataan itu menempatkan level tersebut sebagai salah satu titik yang perlu dicermati di awal pekan.

Penutupan Sabtu Masih di Bawah Awal Pekan

Harga Sabtu meningkat Rp 11.000 per gram dari Rp 2,664 juta pada Jumat. Namun, penutupan Rp 2,675 juta masih lebih rendah Rp 15.000 dibandingkan harga Senin, 10 Agustus 2026, yang mencapai Rp 2,690 juta per gram.

Menurut data yang dikutip Beritasatu, penurunan dari awal hingga akhir periode 10-15 Agustus mencapai sekitar 0,56%. Koreksi mingguan tersebut terjadi meski harga sempat menyentuh Rp 2,710 juta per gram pada Selasa.

TanggalHarga per GramPerubahan Harian
10/8/2026Rp 2,690 juta
11/8/2026Rp 2,710 jutaNaik Rp 20.000
12/8/2026Rp 2,680 jutaTurun Rp 30.000
13/8/2026Rp 2,700 jutaNaik Rp 20.000
14/8/2026Rp 2,664 jutaTurun Rp 36.000
15/8/2026Rp 2,675 jutaNaik Rp 11.000

Naik Dua Kali, tetapi Koreksi Lebih Dalam

Harga emas Antam naik Rp 20.000 pada Selasa, 11 Agustus, dari Rp 2,690 juta menjadi Rp 2,710 juta per gram. Penguatan itu setara sekitar 0,74%.

Kenaikan serupa kembali terjadi pada Kamis, 13 Agustus, ketika harga mencapai Rp 2,700 juta per gram. Persentase penguatan hariannya sekitar 0,71%.

Dua kenaikan tersebut tidak mampu menjaga harga di atas Rp 2,7 juta hingga akhir pekan. Pada Jumat, harga turun Rp 36.000 per gram atau sekitar 1,33%, sebelum pulih sebagian pada Sabtu.

Riwayat itu menunjukkan harga masih berada dalam fase pergerakan yang fluktuatif. Level Rp 2,661 juta pada skenario pelemahan dan Rp 2,701 juta pada skenario penguatan menjadi dua angka yang menandai arah perdagangan berikutnya.

Baca Juga