Getaran dari Indonesia Menyeberang ke Malaysia, Penang Terima Sembilan Panggilan Darurat

Sembilan panggilan darurat diterima Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Penang setelah getaran gempa dari Indonesia terasa di negara bagian tersebut. Laporan masuk sekitar pukul 18.55, tidak lama setelah gempa magnitudo 6,4 mengguncang Simalungun, Sumatera Utara.

Getaran itu tidak hanya dirasakan di Pulau Penang, tetapi juga di sejumlah wilayah Seberang Perai. MetMalaysia menyatakan gempa tersebut tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi Malaysia.

Warga Merasakan Guncangan hingga Beberapa Menit

Laporan warga di Bagan menunjukkan guncangan tidak berlangsung sekadar sesaat. Syahirah Mokhta menyatakan getaran yang dirasakannya berlangsung sekitar dua hingga tiga menit.

Di Pulau Penang, lokasi yang disebut merasakan getaran meliputi Sungai Baru, Bayan Baru, George Town, Jelutong, Tanjung Bungah, Batu Ferringhi, dan Air Itam. Panggilan darurat berasal dari empat wilayah di dua distrik Pulau Penang serta beberapa kawasan di Seberang Perai.

Wilayah Seberang Perai yang melaporkan getaran antara lain Perai, Bagan, Teluk Air Tawar, Jalan Baru, Bukit Mertajam, Kepala Batas, dan Bertam. Sebaran ini memperlihatkan dampak guncangan dirasakan di beberapa titik pada sisi pulau dan daratan Penang.

Unggahan media sosial juga mencatat laporan dari Perak, termasuk Kuala Kangsar, Alor Pongsu, Bagan Serai, Teluk Intan, Ulu Kinta, Meru, dan Ipoh. Namun, Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Perak belum menerima panggilan darurat terkait kejadian itu.

Asisten Direktur Divisi Operasi departemen tersebut, Sabarodzi Nor Ahmad, menyampaikan keterangan itu kepada Bernama. Tidak adanya panggilan darurat di Perak berbeda dengan situasi di Penang yang menerima sembilan laporan.

Gempa Simalungun dan Parigi Moutong

PeristiwaWaktu KejadianKeterangan Utama
Gempa Simalungun17.57 WIBMagnitudo 6,4 dan terasa hingga Semenanjung Malaysia
Gempa Parigi Moutong23.25 WIBGetaran dilaporkan menjangkau distrik-distrik di Sabah

Gempa Simalungun terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, dengan pusat di Sumatera Utara dan kekuatan magnitudo 6,4. Bernama pada 16 Agustus 2026 melaporkan getarannya terasa hingga kawasan pantai barat Semenanjung Malaysia.

Pada malam yang sama, gempa lain terjadi di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada pukul 23.25 WIB. Gempa kedua ini juga dilaporkan terasa hingga Malaysia, tetapi di wilayah Sabah.

Distrik di Sabah Ikut Melaporkan Getaran

Kepala Balai Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lahad Datu, Sumsoa Rashid, mengatakan warga di beberapa distrik merasakan guncangan dari gempa Parigi Moutong. Distrik tersebut meliputi Lahad Datu, Tawau, Kunak, dan Semporna di bagian timur Sabah.

MetMalaysia telah melakukan penilaian terhadap gempa yang berpusat di Sulawesi Tengah tersebut. Hasilnya, lembaga meteorologi Malaysia itu juga memastikan tidak ada ancaman tsunami bagi negara tersebut.

Dua pusat gempa di Indonesia pada hari yang sama menghasilkan laporan getaran di bagian Malaysia yang berbeda. Gempa Simalungun dirasakan di Penang dan sejumlah area Semenanjung Malaysia, sedangkan gempa Parigi Moutong menjangkau Sabah.

Konfirmasi tidak adanya ancaman tsunami berlaku untuk kedua peristiwa tersebut. Informasi resmi itu menjadi rujukan penting setelah warga di Penang, Perak, dan Sabah melaporkan getaran.

Baca Juga