BMKG menyatakan gempa M6,4 yang mengguncang Simalungun, Sumatra Utara, tidak berpotensi tsunami. Namun, warga tetap diminta mewaspadai bangunan yang retak atau rusak setelah guncangan terjadi.
Imbauan itu menjadi penting karena gempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terasa di sejumlah wilayah dengan kekuatan yang berbeda. BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Keselamatan Bangunan Menjadi Perhatian
Masyarakat diimbau menghindari bangunan yang menunjukkan kerusakan akibat gempa. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko dari kondisi struktur bangunan setelah terjadi guncangan.
BMKG menekankan bahwa perkembangan informasi perlu diperoleh melalui kanal resmi. Lembaga itu akan menyampaikan pembaruan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan jika ada perkembangan aktivitas kegempaan.
Belum Ada Aktivitas Susulan
Hasil pemantauan hingga pukul 18.16.00 WIB belum menunjukkan adanya gempa susulan. Meski demikian, BMKG terus memantau keadaan setelah gempa utama yang terjadi pukul 17.54.52 WIB.
Ketiadaan susulan pada waktu pemantauan tersebut tidak mengubah imbauan agar warga tetap memperhatikan keselamatan. Informasi yang akurat diperlukan agar tindakan warga tetap sesuai kondisi di lapangan.
Getaran Terkuat Capai V MMI
Peta guncangan BMKG mencatat intensitas V MMI di Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang dapat terbangun.
Wilayah Raya, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, serta Kota Pangururan merasakan intensitas IV MMI. Getaran dengan skala tersebut dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.
| Intensitas | Wilayah | Penjelasan BMKG |
|---|---|---|
| V MMI | Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, Kota Limapuluh | Dirasakan hampir semua penduduk dan banyak orang terbangun |
| IV MMI | Raya, Panombeian Pane, Panei, Kota Pematangsiantar, Kota Pangururan | Dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari |
Pusat Gempa di Darat
Gempa bermagnitudo 6,4 itu berpusat di darat, sekitar 11 kilometer di tenggara Simalungun. Koordinat episenternya berada pada 2,91 derajat Lintang Utara dan 98,93 derajat Bujur Timur.
BMKG mencatat kedalaman gempa mencapai 168 kilometer. Data lokasi dan kedalaman menjadi dasar analisis lembaga tersebut dalam menentukan jenis gempa.
| Rincian | Hasil Pencatatan |
|---|---|
| Magnitudo | M6,4 |
| Waktu | 15 Agustus 2026, 17.54.52 WIB |
| Kedalaman | 168 kilometer |
| Koordinat | 2,91 derajat LU dan 98,93 derajat BT |
Jenis Gempa Menengah
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut peristiwa ini sebagai gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng. Analisis mekanisme sumber memperlihatkan sesar geser turun atau oblique normal fault.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng,” kata Wijayanto. BMKG menegaskan hasil pemodelan tsunami tidak menunjukkan potensi tsunami dari gempa tersebut.
Dengan kondisi tersebut, perhatian utama pascagempa tertuju pada keselamatan warga dan ketepatan informasi. Masyarakat diharapkan menghindari kabar simpang siur serta mengikuti arahan resmi selama pemantauan terus berjalan.






