Perbedaan cita-cita tidak boleh membuat 45 anggota Paskibraka Jawa Tengah meninggalkan nilai yang sama, yakni integritas dalam mengabdi kepada masyarakat. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan pesan itu kepada para pelajar menjelang tugas mereka pada peringatan kemerdekaan tingkat provinsi.
Para anggota memiliki rencana masa depan yang beragam, dari aparatur sipil negara dan jaksa hingga anggota TNI, polisi, pramugari, serta dosen. Taj Yasin menilai seluruh jalur tersebut menuntut sikap baik dan tanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
“Kami titipkan integritas, pengabdian kepada masyarakat. Yang mau jadi ASN, ya jadi ASN yang baik, memberikan pelayanan yang baik. Yang jadi TNI, polisi, termasuk yang menjadi pramugari, lalu ada yang ingin mengajar di kampus,” kata Taj Yasin di Semarang.
Pesan itu menegaskan bahwa pengalaman menjadi Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan upacara. Pembinaan selama latihan diharapkan membentuk sikap yang tetap dipakai ketika para peserta memilih bidang pengabdian masing-masing.
Disiplin sebagai kebiasaan, bukan tugas sesaat
Selain integritas, Taj Yasin meminta anggota menjaga kedisiplinan yang telah ditempa selama pemusatan latihan. Kedisiplinan tersebut diminta terus diterapkan setelah rangkaian penugasan peringatan kemerdekaan berakhir.
Ia berharap para peserta membawa kebiasaan itu ke rumah dan menularkannya kepada orang lain di sekitar mereka. Dengan begitu, nilai yang dibangun dalam latihan dapat memberi pengaruh di luar lingkungan Paskibraka.
“Kedisiplinan yang saat ini sudah dilatih untuk menjadi Paskibraka ini harus diterapkan, dibawa ke rumah masing-masing dan ditularkan kepada yang lain,” ujarnya. Arahan tersebut menjadi bagian dari pesan kepada anggota yang akan bertugas di tingkat Jawa Tengah.
Ke-45 pelajar itu telah dikukuhkan di Semarang pada Sabtu. Mereka disiapkan untuk menjalankan tugas dalam peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tingkat provinsi.
Pelajaran dari pemusatan latihan
Pemusatan latihan menjadi ruang pembelajaran bagi para anggota sebelum menjalankan tugas pengibaran bendera. Nilai yang dipelajari tidak hanya menyangkut ketepatan menjalankan peran saat upacara, tetapi juga pembentukan tanggung jawab pribadi.
Marsela Agustin dari SMK Negeri 1 Purworejo menjadi salah satu anggota yang merasakan pengalaman tersebut. Ia mengaku bangga dan terharu karena mendapat kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka tingkat provinsi.
Marsela menyebut kesempatan itu sebelumnya tidak pernah ia sangka. Selama proses yang dijalani, ia belajar tentang kedisiplinan, keberanian, ketaatan, kemandirian, dan tanggung jawab.
Harapan setelah penugasan
Nilai yang dirasakan Marsela sejalan dengan harapan pemerintah provinsi terhadap pembinaan anggota Paskibraka. Pengalaman selama pelatihan diharapkan tidak berhenti saat pengibaran bendera selesai dilakukan.
Para pelajar tersebut nantinya akan kembali pada kehidupan dan tujuan karier yang berbeda-beda. Namun, integritas serta disiplin diharapkan tetap menjadi dasar dalam cara mereka belajar, bekerja, dan mengabdi kepada masyarakat.






