11 Gardu Induk Flores Sudah Normal, Namun Satu Penyulang Terhambat Longsor

Sebanyak 11 gardu induk di Flores telah kembali beroperasi penuh kurang dari 12 jam setelah gempa bumi M7,7 terjadi pada Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Pemulihan tersebut mengembalikan kesiapan sistem pasokan utama di tengah penanganan dampak gempa.

Namun, belum seluruh pekerjaan kelistrikan selesai karena satu penyulang distribusi masih mengalami gangguan. Tanah longsor dan robohnya sejumlah tiang listrik menjadi kendala pada jalur yang masih diperbaiki tersebut.

Pasokan Utama Telah Kembali Siap

Pulihnya seluruh gardu induk menandakan sistem utama siap melayani kebutuhan listrik di Flores. Dari sisi pembangkitan, daya mampu pasok mencapai 111 MW.

Angka itu melampaui beban listrik saat ini sekitar 95 MW maupun beban normal sekitar 105 MW. Ketersediaan cadangan daya memberi dukungan bagi layanan listrik ketika penanganan jaringan di area terdampak terus dilakukan.

IndikatorDataArti Kondisi
Daya mampu pasok111 MWKapasitas pembangkitan tersedia
Beban saat ini95 MWKebutuhan setelah gempa
Beban normal105 MWKebutuhan reguler Flores
Gardu induk pulih11 unitSeluruh gardu terdampak

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan kapasitas pembangkitan yang ada cukup untuk melayani pelanggan. “Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW,” kata Darmawan.

Perbaikan Dipusatkan di Area Terdampak

PLN mengerahkan personel untuk memperbaiki satu penyulang yang masih terganggu dan mengganti tiang listrik yang rusak. Pekerjaan dijalankan secara maksimal agar jaringan dapat kembali beroperasi ketika keadaan lapangan memungkinkan.

Kabupaten Nagekeo dan Reo menjadi fokus pemetaan serta penanganan kerusakan karena dilaporkan mengalami dampak cukup parah. PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menggerakkan material, peralatan, dan tenaga kerja ke kedua wilayah itu.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan dukungan dari wilayah lain akan diturunkan bila dibutuhkan. Mobilisasi tersebut ditujukan untuk mempercepat pemulihan listrik bagi pelanggan yang masih terdampak gangguan distribusi.

Layanan Vital Menjadi Prioritas

PLN mendahulukan pasokan listrik untuk rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, dan lokasi pengungsian. Prioritas itu diterapkan agar kebutuhan pelayanan publik dan warga terdampak tetap dapat dilayani selama masa darurat.

Upaya pemulihan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri. Kerja sama tersebut membantu pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang menghadapi tantangan akses dan kondisi kebencanaan.

Gempa susulan membuat keselamatan menjadi unsur penting dalam pelaksanaan perbaikan. PLN melakukan pemulihan secara bertahap agar petugas dan masyarakat tetap terlindungi selama pekerjaan berlangsung.

“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala,” ujar F. Eko. PLN menyatakan keselamatan masyarakat serta personel tetap menjadi prioritas selama pemulihan jaringan di Flores.

Baca Juga