Aktivitas gempa guguran dan gempa hybrid Gunung Merapi meningkat pada pengamatan siang menuju sore hari, 16 Agustus 2026. Dalam rentang pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat 23 gempa guguran dan 16 gempa hybrid saat status Merapi tetap berada di Level III atau Siaga.
Pada pengamatan pukul 06.00–12.00 WIB di hari yang sama, jumlahnya mencapai 21 gempa guguran dan 12 gempa hybrid. Selain itu, tercatat tiga gempa tektonik jauh pada periode siang hingga sore.
| Periode 16 Agustus | Guguran | Hybrid | Tektonik Jauh |
|---|---|---|---|
| 06.00–12.00 WIB | 21 kali | 12 kali | – |
| 12.00–18.00 WIB | 23 kali | 16 kali | 3 kali |
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi mencatat kegempaan Merapi didominasi dua jenis gempa tersebut. Kondisi itu beriringan dengan suplai magma dari dalam bumi yang masih berlangsung.
Luncuran Lava dan Awan Panas
Guguran lava pada periode 15–16 Agustus 2026 meluncur hingga 1.900 meter ke arah hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak. Aktivitas ini membuat area di sepanjang aliran sungai pada sektor selatan, barat daya, dan tenggara tetap perlu diwaspadai.
Dalam catatan 7–13 Agustus 2026, Merapi mengalami empat kali awan panas guguran. Jarak luncur maksimumnya mencapai 2.000 meter menuju hulu Kali Boyong serta Kali Sat/Putih.
Jumlah aktivitas seismik selama sepekan itu mencapai 1.205 kali gempa. Rinciannya terdiri atas 620 gempa guguran, 518 gempa fase banyak, 49 gempa vulkanik dangkal, dan 14 gempa tektonik.
Jarak Potensi Bahaya
Potensi guguran lava dan awan panas di sektor selatan sampai barat daya dapat mengarah ke Sungai Boyong hingga 5 kilometer. Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng memiliki potensi jangkauan bahaya hingga 7 kilometer.
Di sektor tenggara, Sungai Woro berpotensi terdampak hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Lontaran material eksplosif dari puncak dapat menjangkau radius 3 kilometer.
| Lokasi | Potensi Jangkauan Bahaya |
|---|---|
| Sungai Boyong | 5 kilometer |
| Sungai Bedog, Krasak, Bebeng | 7 kilometer |
| Sungai Woro | 3 kilometer |
| Sungai Gendol | 5 kilometer |
Intensitas Lebih Rendah, Status Tidak Berubah
Pada 15 Agustus 2026, aktivitas Merapi tercatat sebanyak 82 gempa guguran dan 91 gempa hybrid. Pada hari tersebut juga terjadi 25 gempa vulkanik dangkal serta sembilan gempa tektonik jauh.
Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa mengatakan intensitas kegempaan pada periode pengamatan lebih rendah dibandingkan minggu sebelumnya. “Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya,” kata Agus Budi Santosa.
Penurunan itu tidak mengubah penetapan Status Siaga Merapi. Volume Kubah Lava Barat Daya per 1 Agustus 2026 tercatat 4.039.600 meter kubik, sedangkan Kubah Tengah mencapai 2.369.400 meter kubik.
Polsubsektor Kaliurang Polresta Sleman telah menggelar pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada 11 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB. Polresta Sleman meminta warga dan wisatawan di lereng Merapi untuk mewaspadai lahar dingin, awan panas, serta abu vulkanik.






