Gempa 7,4 Guncang Choco, Ribuan Bangunan Rusak dan 496 Warga Dicari

Gempa bermagnitudo 7,4 yang berpusat di Choco, Kolombia, meninggalkan kerusakan luas pada rumah warga dan fasilitas umum. Di tengah kondisi tersebut, 496 orang masih hilang dan menjadi sasaran utama operasi pencarian.

Pemerintah mencatat 265 orang meninggal dunia serta 3.494 orang terluka akibat bencana itu. Sebanyak 53.816 orang dari 25.872 keluarga dilaporkan terdampak oleh guncangan kuat tersebut.

Kerusakan Meluas pada Permukiman dan Infrastruktur

Presiden Abelardo de la Espriella menyatakan 53.816 rumah ambruk setelah gempa. Kerusakan juga tercatat pada 140 gedung di wilayah terdampak.

Sarana pendidikan menjadi fasilitas yang paling banyak dilaporkan rusak. Gangguan juga terjadi pada pusat komunitas, fasilitas kesehatan, jalur transportasi, pasokan air, dan bandara.

FasilitasJumlah Terdampak
Institusi pendidikan1.819
Pusat komunitas631
Fasilitas kesehatan179
Jalan203
Jembatan tol20
Instalasi pasokan air44
Bandara5

Kerusakan jalan dan jembatan tol dapat mempersulit pergerakan menuju kawasan yang membutuhkan penanganan. Sementara itu, kerusakan fasilitas kesehatan, pendidikan, serta air bersih menambah tantangan pemulihan layanan dasar.

Getaran gempa dilaporkan terasa di hampir seluruh Kolombia dan sejumlah negara tetangga. Bencana itu terjadi pada pagi 10 Agustus dengan pusat guncangan berada di wilayah Choco.

Data Korban Terus Diperbarui

Angka korban terbaru meningkat dibandingkan catatan sebelumnya dari asosiasi ibu kota daerah Kolombia. Pada laporan awal, jumlah korban meninggal tercatat 241 orang, korban luka 1.762 orang, dan warga hilang 279 orang.

KategoriSebelumnyaTerbaru
Meninggal dunia241 orang265 orang
Terluka1.762 orang3.494 orang
Hilang279 orang496 orang

Peningkatan jumlah warga hilang menjadi salah satu perubahan terbesar dalam pembaruan tersebut. Pendataan masih berjalan bersamaan dengan pencarian dan evakuasi di daerah yang mengalami kerusakan.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi Caracol, de la Espriella mengatakan pemerintah mencatat 53.816 warga terdampak. Ia menambahkan, “Upaya kami saat ini difokuskan untuk mencari mereka yang hilang.”

Pencarian Menjadi Prioritas

Operasi pencarian dilakukan ketika skala kerusakan di permukiman dan fasilitas umum masih terus dipetakan. Fokus tersebut ditujukan untuk menemukan ratusan warga yang belum diketahui keberadaannya.

Pembaruan data korban dapat berubah seiring berlanjutnya penanganan pascagempa. Pemerintah masih menghadapi kebutuhan pencarian korban sekaligus pemulihan akses dan layanan bagi keluarga terdampak.

Baca Juga