Gelar Kedua Tak Membuat Satoru Mochizuki Tenang, Timnas Putri Dituntut Siap untuk 2027

Gelar kedua Piala AFF Putri belum membuat Satoru Mochizuki merasa perjalanan Timnas Putri Indonesia telah selesai. Pelatih asal Jepang itu justru meminta Garuda Pertiwi meningkatkan kesiapan menuju ASEAN Women’s Championship 2027.

Indonesia mempertahankan gelar setelah menaklukkan Laos 5-0 pada final Piala AFF Putri 2026. Kemenangan tersebut berlangsung di Kuala Lumpur Football Stadium, Malaysia, pada Rabu (22/7/2026).

Bagi Mochizuki, hasil besar pada laga final perlu diikuti dengan perhatian terhadap perkembangan tim. Ia menilai status juara tidak boleh mengurangi dorongan pemain untuk memperbaiki kemampuan.

“Kami tidak ingin merasa puas sampai di sini saja. Kami ingin bersiap lebih baik menghadapi ASEAN Women’s Championship 2027,” kata Mochizuki.

Gelar Kedua Indonesia

Keberhasilan pada 2026 menambah koleksi trofi Timnas Putri Indonesia di Piala AFF Putri. Indonesia juga menjadi juara pada edisi 2024 setelah menang 3-1 atas Kamboja di pertandingan final.

Dengan hasil terbaru itu, Indonesia kembali mengamankan posisi di kompetisi regional. Tiket menuju ASEAN Women’s Championship 2027 menjadi konsekuensi langsung dari keberhasilan menjuarai turnamen.

Kompetisi pada 2027 akan mempertemukan tim-tim terbaik sepak bola putri Asia Tenggara. Mochizuki ingin skuadnya memanfaatkan waktu setelah turnamen untuk membangun kesiapan yang lebih baik.

Final Berakhir 5-0

Laga melawan Laos semula berjalan tanpa gol hingga memasuki pertengahan babak pertama. Sydney Hopper memecah kebuntuan Indonesia pada menit ke-33 dengan memanfaatkan sepak pojok.

Keunggulan tersebut mengubah jalannya pertandingan. Indonesia tampil semakin berkembang pada babak kedua dan menambah empat gol tanpa mampu dibalas Laos.

Pencetak GolMenitKeterangan
Sydney Hopper33Gol pembuka dari sepak pojok
Isabelle Nottet48Gol melalui aksi individu
Estella Loupatty55Gol ketiga Indonesia
Felicia de Zeeuw67Gol keempat Indonesia
Emily Nahon83Gol penutup kemenangan

Isabelle Nottet mencetak gol kedua pada menit ke-48 melalui aksi individu. Estella Loupatty memperlebar jarak pada menit ke-55, disusul Felicia de Zeeuw pada menit ke-67.

Emily Nahon melengkapi pesta gol Indonesia pada menit ke-83. Skor 5-0 bertahan hingga peluit akhir dan menegaskan keunggulan Garuda Pertiwi di partai puncak.

Apresiasi untuk Seluruh Elemen Tim

Mochizuki menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak hanya ditentukan oleh pemain yang tampil di lapangan. Ia memberikan penghargaan kepada staf dan ofisial yang mendukung tim sepanjang turnamen.

Dalam wawancara bersama Tim Media PSSI yang dikutip Kompas.com, Mochizuki berkata, “Sangat senang kali ini kami bisa juara. Kami bisa juara karena kerja keras para pemain dan bantuan tim ofisial.”

Ia juga mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kerja bersama itu menjadi fondasi penting di balik gelar yang diraih Indonesia.

Nilai Lebih dari Sebuah Trofi

Mochizuki memandang turnamen ini sebagai ruang belajar untuk pemain dan jajaran pelatih. “Jadi melalui turnamen kali ini, saya rasa pemain dan juga pelatih ikut berkembang bersama-sama,” ujarnya.

Sheva Imut turut merasakan arti besar keberhasilan tersebut setelah dinobatkan sebagai pemain terbaik sepanjang turnamen. Ia menyebut mempertahankan gelar menghadirkan perasaan bangga, senang, sedih, dan terharu secara bersamaan.

“Bersyukur juga karena kami mendapatkan kesempatan buat pertahankan juara,” ujar Sheva. Raihan Piala AFF Putri 2026 kini menjadi pijakan Timnas Putri Indonesia untuk memasuki tantangan regional berikutnya.

Baca Juga