Layar 14,6 inci, ambient light 72 warna, hingga paket keselamatan aktif menjadi bekal Geely Coolray untuk pasar Indonesia. SUV kompak ini disiapkan hadir pada 2026 dan akan memasuki kelas yang telah ditempati Honda HR-V serta Mitsubishi Xforce.
Di balik tampilan kabin digitalnya, Coolray tetap mengusung mesin bensin 1.500 cc turbo. Strategi tersebut menempatkannya sebagai pilihan non-elektrifikasi dari Geely di tengah persaingan SUV yang juga mulai menawarkan teknologi hybrid.
Dasbor Ringkas, Kelengkapan Tetap Padat
Dasbor Coolray menggunakan tombol fisik dalam jumlah terbatas. Sejumlah pengaturan utama tetap dapat diakses melalui tombol, termasuk engine start-stop, rem parkir, AC, auto climate, hazard, defogging, dan pengatur ketinggian lampu depan.
Kabin menggunakan kombinasi warna merah dan hitam dengan jok semi-bucket. Rancangan ini selaras dengan tampilan eksterior yang disebut mengarah ke Binyue facelift 2023 dan menonjolkan karakter sporty.
| Area Kabin | Perlengkapan Utama |
|---|---|
| Layar utama | Head unit 14,6 inci |
| Konektivitas | Apple CarPlay dan Android Auto |
| Pengisian daya | Wireless charging |
| Pencahayaan | Ambient light 72 warna |
Head unit tersebut mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Kelengkapan lain yang tersedia meliputi wireless charging dan auto climate.
Performa Turbo untuk Segmen Padat
Mesin 1.500 cc turbo Coolray menghasilkan tenaga 171,6 hp dan torsi 290 Nm. Tenaganya disalurkan melalui transmisi otomatis 7-percepatan.
Pengemudi dapat memilih mode Eco, Comfort, Sport, atau Adaptive. Konfigurasi ini menjadi modal Coolray saat berhadapan dengan Toyota Yaris Cross, Suzuki Grand Vitara, Hyundai Creta, Xforce, dan HR-V.
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Mesin | Bensin 1.500 cc turbo |
| Tenaga maksimum | 171,6 hp |
| Torsi maksimum | 290 Nm |
| Transmisi | Otomatis 7-percepatan |
Aspek keselamatan aktif juga diperhatikan melalui auto emergency braking, traffic jam assist, lane keeping assist, serta forward collision warning. Fitur-fitur ini menambah kelengkapan Coolray untuk menghadapi persaingan di kelas SUV kompak.
Berbeda dari Lini Geely yang Sudah Ada
Coolray akan menjadi model bensin di tengah lini Geely Indonesia yang mencakup EX5, EX2, dan Starray EM-i sebagai kendaraan ramah lingkungan. Kehadirannya memberi pilihan bagi konsumen yang belum ingin beralih ke PHEV atau BEV.
Menurut ridertua.com, Geely masih melakukan riset pasar untuk menentukan model yang berpotensi dijual di Indonesia. Coolray termasuk kandidat yang diumumkan untuk melengkapi jajaran produk merek tersebut.
Model ini telah memiliki riwayat pemasaran di sejumlah negara dengan nama berbeda. China memakai nama Binyue, sementara Malaysia menggunakan merek Proton dengan nama X50.
| Pasar | Identitas Model | Waktu Pemasaran |
|---|---|---|
| China | Geely Binyue | Agustus 2018 |
| Filipina | Coolray | 2019 |
| Malaysia | Proton X50 | 2020 |
| Vietnam | Coolray | 2025 |
Vietnam mulai memasarkan Coolray pada 2025, sebelum penyegaran berbasis Binyue L diperkenalkan pada 6 Juni. Riwayat tersebut menunjukkan bahwa model ini telah dipasarkan lebih dahulu di beberapa negara Asia.
Geely belum mengungkapkan harga Coolray di Indonesia dan menyatakan informasi itu akan disampaikan beberapa minggu mendatang. Harga akan menjadi titik penting karena Coolray harus bersaing dengan SUV bensin sekaligus model hybrid yang telah tersedia.






