Kebijakan freeze dalam evaluasi MSCI periode Agustus 2026 menjadi salah satu sentimen yang membayangi pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, IHSG turun 1,13 persen ke level 6.301,7 saat investor asing mencatat penjualan bersih Rp 1,4 triliun.
MSCI mempertahankan Indonesia dalam kelompok emerging market, tetapi tidak menambah konstituen baru dari Indonesia pada indeks utama. Evaluasi tersebut juga mencakup penghapusan sejumlah saham yang akan mengurangi bobot serta kontribusi saham Indonesia di tingkat global.
Pilarmas Investindo Sekuritas menilai freeze membatasi prospek arus dana asing berbasis indeks ke pasar Indonesia. Penyesuaian indeks MSCI Indonesia itu dijadwalkan berlaku efektif setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026.
Tekanan Jual Berlanjut di Pasar Reguler
Bursa Efek Indonesia mencatat penjualan bersih asing senilai Rp 1,4 triliun dalam satu hari perdagangan. Akumulasi penjualan bersih asing sepanjang tahun berjalan dengan demikian mencapai Rp 71,8 triliun.
Aksi pelepasan di pasar reguler terkonsentrasi pada empat saham. Nilai penjualan bersih asing pada setiap emiten tersebut telah melampaui Rp 100 miliar.
| Kode Saham | Emiten | Nilai Penjualan Bersih Asing |
|---|---|---|
| TPIA | PT Chandra Asri Pacific Tbk | Rp 183,8 miliar |
| PTRO | PT Petrosea Tbk | Rp 117,2 miliar |
| BRPT | PT Barito Pacific Tbk | Rp 116,7 miliar |
| DSSA | PT Dian Swastatika Sentosa Tbk | Rp 112,4 miliar |
TPIA menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar di antara empat emiten tersebut. Pelepasan pada PTRO, BRPT, dan DSSA juga memperlihatkan tekanan jual yang terpusat pada sejumlah saham tertentu.
Di tengah arus keluar dana asing, PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA mencatat pembelian bersih asing senilai Rp 129,4 miliar. Data ini menunjukkan dana asing masih masuk ke saham tertentu di pasar reguler.
Mayoritas Saham Berakhir Melemah
Penurunan IHSG berlangsung bersama pelemahan pada mayoritas saham yang diperdagangkan. Sebanyak 474 saham turun, sedangkan saham yang menguat berjumlah 186 dan sebanyak 303 saham stagnan.
Total nilai transaksi pada perdagangan Kamis mencapai Rp 13,3 triliun. Dominasi saham yang melemah sejalan dengan penurunan indeks sebesar 72,08 poin hingga berakhir di 6.301,7.
Agenda Pemerintah Masuk Radar Investor
Setelah perdagangan yang ditekan aksi jual asing, perhatian pasar mengarah ke agenda Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD.
Agenda itu juga mencakup penyampaian pengantar nota keuangan dan rancangan RAPBN 2027. Pelaku pasar menunggu perkembangan kebijakan ekonomi dari agenda tersebut di tengah perhatian terhadap penyesuaian MSCI dan aliran dana asing.






