Tekanan biaya komponen tidak membuat Xiaomi mengendurkan ekspansi smartphone 5G di Indonesia. Perusahaan justru menempatkan kelas menengah sebagai salah satu sasaran penting, sambil mempertahankan perhatian terhadap pasar kelas pemula.
Strategi tersebut muncul ketika kebutuhan konsumen atas koneksi cepat dan stabil terus meningkat. Xiaomi melihat perluasan jaringan operator serta penggunaan pengalaman berbasis AI sebagai dua faktor yang memperkuat relevansi perangkat 5G.
5G Didorong ke Lebih Banyak Kelas Pasar
Head of Public Relations Xiaomi Indonesia, Abee Hakiim, mengatakan perusahaan ingin membawa teknologi 5G ke lebih banyak segmen. Salah satu lini yang diarahkan ke kelas menengah adalah varian 5G dalam REDMI Note 15 Series.
Xiaomi juga menyiapkan perangkat 5G pada seri lain di berbagai kelas pasar. Langkah ini disebut selaras dengan misi “Innovation for Everyone” yang menekankan akses teknologi bagi lebih banyak konsumen.
Perluasan pilihan perangkat menjadi penting karena persaingan smartphone tidak lagi hanya berpusat pada spesifikasi. Konsumen juga mempertimbangkan kemampuan perangkat untuk terhubung dengan layanan dan perangkat lain dalam aktivitas sehari-hari.
| Faktor Pendorong | Dampak bagi Konsumen |
|---|---|
| Perluasan jaringan operator | Mendorong kebutuhan perangkat dengan dukungan 5G. |
| Koneksi cepat dan stabil | Menunjang aktivitas digital harian. |
| Penggunaan AI | Meningkatkan kebutuhan pengalaman digital yang tersambung. |
| Ekosistem perangkat terhubung | Menaikkan ekspektasi terhadap pengalaman yang terintegrasi. |
Tekanan Biaya Tidak Menggeser Pasar Kelas Pemula
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, menyebut pasar smartphone sedang menghadapi dinamika yang tinggi. Perubahan ekonomi, kenaikan biaya komponen, pergeseran perilaku konsumen, dan tuntutan inovasi ikut memengaruhi kondisi industri.
Menurut Andi, tekanan biaya komponen merupakan tantangan nyata bagi produsen. Namun, Xiaomi tidak menjadikannya alasan untuk mengurangi fokus terhadap perangkat bagi konsumen di kelas pemula.
“Meski tekanan biaya ini nyata, kami tidak melihatnya sebagai alasan untuk mengurangi fokus pada segmen entry-level,” kata Andi. Ia menegaskan teknologi berkualitas tinggi tetap perlu dapat diakses masyarakat Indonesia di seluruh lapisan, bukan hanya pengguna perangkat premium.
Koneksi Konsisten Menjadi Pertimbangan
Abee menjelaskan pertumbuhan permintaan 5G berkaitan dengan cakupan jaringan operator yang semakin luas. Konsumen juga membutuhkan konektivitas konsisten untuk aktivitas harian dan pengalaman digital berbasis AI.
Dalam pernyataannya kepada teknologi.bisnis.com pada Jumat (14/8/2026), Abee menyebut masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap ekosistem yang saling terhubung. Karena itu, nilai 5G tidak hanya terletak pada kecepatan akses, tetapi juga pada kestabilan saat digunakan dalam beragam aktivitas.
Xiaomi mengembangkan arah ekosistem melalui visi “Human x Car x Home”. Pendekatan ini ditujukan untuk menghadirkan perangkat dan pengalaman digital yang saling terintegrasi bagi konsumen.
Perusahaan tetap optimistis terhadap prospek pasar smartphone Indonesia di tengah perubahan industri yang cepat. Xiaomi juga menempatkan kepercayaan konsumen sebagai perhatian, setelah menjadi vendor smartphone nomor satu di Indonesia pada 2025 menurut laporan Omdia.






