EXCL Raup Pendapatan Rp23,99 Triliun tapi Masih Rugi, INPP Pilih Bagi Dividen

PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat pertumbuhan pendapatan dan arus kas yang kuat pada semester I 2026, tetapi masih membukukan rugi bersih. Di saat yang sama, PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) justru menyiapkan dividen interim setelah kembali meraih laba.

Pendapatan EXCL mencapai Rp23,99 triliun atau naik 25,60 persen dibandingkan Rp19,09 triliun pada semester I 2025. Kenaikan konsumsi data pelanggan dan Blended ARPU menjadi faktor pendukung kinerja perseroan.

Blended ARPU EXCL meningkat dari Rp38,20 ribu menjadi Rp47,10 ribu. EBITDA juga tumbuh 41,10 persen secara tahunan menjadi Rp11,34 triliun dengan margin 47,30 persen.

Pos Keuangan EXCLSemester I 2026Perubahan
PendapatanRp23,99 triliunNaik 25,60 persen
EBITDARp11,34 triliunNaik 41,10 persen
Rugi bersihRp998,06 miliarMembaik
Arus kas operasiRp13,68 triliunNaik dari Rp8,82 triliun

Rugi bersih EXCL pada semester I 2026 tercatat Rp998,06 miliar. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan rugi Rp1,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Arus kas operasi perseroan meningkat menjadi Rp13,68 triliun dari Rp8,82 triliun. Secara teknikal, saham EXCL bergerak sideways dengan support Rp2.330 dan resistance Rp2.640.

INPP Membagikan Rp4,5 per Saham

INPP menetapkan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp4,5 per saham. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp50,32 miliar atau 89,23 persen dari laba bersih semester I 2026 yang diatribusikan kepada entitas induk.

Manajemen telah menyetujui pembagian dividen pada 7 Agustus 2026. Cum date ditetapkan pada 20 Agustus 2026 dan pembayaran tunai akan dilakukan pada 10 September 2026.

Perseroan membukukan laba bersih Rp56,39 miliar pada semester I 2026, berbalik dari rugi Rp72,11 miliar setahun sebelumnya. Laba per saham naik menjadi Rp5,04 dari minus Rp6,45.

Pendapatan INPP turun 1,60 persen menjadi Rp858,14 miliar dari Rp872,11 miliar. Saham INPP ditutup di Rp750 pada Rabu (12/8), yang mengindikasikan dividend yield 0,60 persen.

Indeks Saham Ditopang Infrastruktur

IHSG menutup perdagangan Rabu (12/8) dengan kenaikan 1,69 persen ke level 6.373,85. Investor asing mencatat pembelian bersih Rp482,79 miliar di pasar reguler dan Rp725,40 miliar di seluruh pasar, menurut data yang dilansir Detik Finance.

Sektor infrastruktur memimpin kenaikan dengan penguatan 4,74 persen, sementara 10 dari 11 sektor berakhir positif. Transportasi dan logistik menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi 0,16 persen.

BREN naik 13,29 persen, BRPT menguat 7,14 persen, dan DCII bertambah 5,45 persen. Di sisi lain, TLKM turun 0,77 persen, MPRO melemah 4,17 persen, serta MORA terkoreksi 1,47 persen.

Penyesuaian MSCI Berlaku Akhir Agustus

Pelaku pasar juga memantau MSCI Index Review Agustus 2026 yang akan efektif pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. GOTO keluar dari MSCI Global Standard Index, sementara CPIN diturunkan ke MSCI Indonesia Small Cap Index.

Tidak ada emiten Indonesia yang masuk ke MSCI Global Standard Index dalam peninjauan tersebut. BANK, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI keluar dari MSCI Indonesia Small Cap Index.

MSCI Indonesia turun 0,24 persen pada periode itu, sedangkan ETF EIDO naik 1,68 persen. Penyesuaian tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi penempatan dana yang berbasis indeks.

Baca Juga