Di Tengah Risiko Selat Hormuz, Emas Naik saat Pasar Menanti Keputusan The Fed

Ketegangan di Selat Hormuz menambah daftar risiko yang diperhitungkan pelaku pasar ketika harga emas kembali menguat. Emas spot pada Jumat, 14 Agustus 2026, naik 0,59 persen menjadi US$ 4.376,59 per ons troi.

Pasar menghadapi dua perhatian sekaligus, yakni potensi gangguan energi dan arah kebijakan suku bunga AS. Kombinasi risiko geopolitik serta perubahan ekspektasi moneter membuat logam mulia kembali menjadi instrumen yang dipantau ketat.

Gangguan di Selat Hormuz dilaporkan terjadi setelah serangan terhadap dua kapal. Jalur pelayaran tersebut memiliki peran vital, sehingga perkembangan situasinya dapat memengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan dan harga energi.

AS menyatakan siap mempertahankan blokade laut terhadap Iran. Situasi itu memicu kekhawatiran harga minyak dapat meningkat dan pada akhirnya menambah tekanan inflasi.

Ekspektasi Bunga Bergeser

Di sisi lain, pasar tengah menunggu pertemuan The Fed pada September 2026. Data nonfarm payrolls AS periode Juli yang melemah serta data inflasi pada pekan itu memperkuat pandangan bahwa peluang kenaikan bunga telah berkurang.

Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi 33 persen. Sebelumnya, probabilitas tersebut berada di level 55 persen pada pekan sebelumnya.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Perubahan suku bunga penting bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Investor Daily menempatkan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed sebagai salah satu latar penguatan harga emas. Faktor ini membantu emas pulih setelah tekanan aksi ambil untung pada perdagangan sebelumnya.

Dolar Memberi Dukungan Tambahan

Indeks dolar AS melemah 0,3 persen pada perdagangan yang sama. Kondisi ini meningkatkan keterjangkauan emas bagi pemegang mata uang selain dolar.

Emas kini berada di jalur kenaikan mingguan sekitar 0,78 persen. Kontrak berjangka emas AS juga ditutup lebih tinggi 0,26 persen ke US$ 4.432 per ons troi, setelah sempat turun 1,3 persen akibat aksi ambil untung.

Pelemahan dolar dan berkurangnya risiko kenaikan bunga memberi dukungan pada harga emas. Namun, respons pasar tetap dapat berubah seiring perkembangan kebijakan moneter dan situasi geopolitik.

Komoditas Logam Lain Turut Menguat

Penguatan tidak hanya terjadi pada emas karena perak, platinum, dan paladium juga ditutup lebih tinggi. Platinum membukukan kenaikan harian terbesar di antara ketiga logam tersebut.

Logam MuliaKenaikanHarga Penutupan
Perak0,37 persenUS$ 64,7 per ons
Platinum1,76 persenUS$ 1.749,15 per ons
Paladium0,75 persenUS$ 1.318,2 per ons troi

Pergerakan positif pada sejumlah logam mulia menunjukkan pasar menimbang faktor dolar, bunga, dan geopolitik secara bersamaan. Perubahan di Selat Hormuz serta keputusan The Fed berpotensi terus memengaruhi persepsi risiko investor.

Baca Juga