Thailand Jadi Ujian AHA Commerce, Sistem Indonesia Dipadukan dengan Tim Lokal

Thailand menjadi pasar uji bagi AHA Commerce untuk membawa sistem pengelolaan e-commerce yang dibangun di Indonesia ke tingkat regional. Perusahaan tidak menerapkan model tersebut secara mentah, melainkan memadukannya dengan tim yang seluruh anggotanya direkrut dari Thailand.

Pendekatan itu dirancang agar strategi digital tetap relevan dengan perilaku konsumen, dinamika marketplace, dan pola promosi di negara tersebut. AHA Commerce kini telah memiliki badan usaha resmi serta kantor operasional di Thailand.

Tim Thailand Menentukan Pelaksanaan Strategi

Operasional AHA Commerce Thailand menggunakan pola kerja hybrid. Tim Indonesia memberikan dukungan sistem dan pengalaman pengelolaan, sementara tim lokal menangani penyesuaian eksekusi untuk setiap brand.

Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw menekankan pentingnya penyesuaian itu. “Prinsipnya sama, namun eksekusinya harus relevan dengan kondisi pasar lokal,” kata Andre.

Pada tahap awal, perusahaan fokus mengelola toko online brand lokal di Thailand. Layanan ini menggunakan pengalaman operasional dari Indonesia, tetapi tetap disusun berdasarkan kebutuhan dan karakter pasar Thailand.

AHA Commerce juga membawa AHABOT, sistem AI Marketing yang digunakan untuk mendukung keputusan pengelolaan toko. Sistem itu membantu menentukan produk promosi, kampanye yang diikuti, serta besaran diskon.

Pengalaman Mengelola Jutaan Pesanan

Ekspansi tersebut ditopang rekam jejak AHA Commerce dalam menangani lebih dari 280 brand di Indonesia. Perusahaan didukung lebih dari 220 tenaga ahli untuk menjalankan pengelolaan bisnis digital di sejumlah marketplace.

Dalam 12 bulan terakhir, AHA Commerce menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan omzet kelolaan yang melampaui Rp453 miliar. Data itu menjadi modal perusahaan dalam membawa kapabilitas pengelolaan e-commerce ke Thailand.

AspekCapaian atau Kondisi
Brand yang dikelola di IndonesiaLebih dari 280 brand
Tenaga ahliLebih dari 220 orang
Pesanan selama 12 bulanLebih dari 8,1 juta pesanan
Omzet kelolaanLebih dari Rp453 miliar
Pertumbuhan awal di ThailandHingga 221%

Perusahaan memulai operasional di Thailand pada September 2025 setelah dipercaya mengelola marketplace sebuah brand yang telah hadir di negara itu. Seusai pengelolaan dialihkan kepada AHA Commerce, omzet brand tersebut tumbuh hingga 221%.

Garansi sebagai Bagian dari Layanan

AHA Commerce juga menerapkan skema garansi kenaikan omzet minimal 20% dibandingkan rata-rata omzet enam bulan sebelumnya. Klien akan dibebaskan dari biaya komisi apabila target kenaikan tersebut tidak tercapai.

Perusahaan menyatakan kenaikan omzet itu diharapkan mendorong profitabilitas klien dengan asumsi struktur harga pokok penjualan yang berlaku. Skema tersebut diterapkan di Thailand sebagai bagian dari layanan yang mengutamakan hasil dan evaluasi yang transparan.

Langkah Awal Regional

Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence menyebut ekspansi ke Thailand bukan sekadar perluasan pasar. Langkah itu menjadi pembuktian atas fondasi sistem dan model bisnis yang selama lebih dari satu dekade dikembangkan di Indonesia.

“Lebih dari satu dekade kami telah membangun fondasi bisnis melalui pembelajaran yang panjang dan mengembangkan sistem serta kapabilitas pengelolaan e-commerce di Indonesia,” ujar Stephen, seperti dikutip Media Indonesia. Ia menilai Thailand menjadi langkah awal untuk membawa pendekatan tersebut ke pasar regional Asia Tenggara.

Ke depan, AHA Commerce berencana memperkuat tim lokal dan menyempurnakan sistem sesuai kebutuhan pasar Thailand. Perusahaan juga melanjutkan akuisisi brand lokal yang memerlukan dukungan dalam mengembangkan bisnis melalui platform e-commerce.

Baca Juga