Dua Susulan M 6,2 Muncul dari Laut, BNPB Catat 31 Gempa Setelah Guncangan Nagekeo

Dua gempa susulan bermagnitudo 6,2 menjadi guncangan terbesar yang tercatat setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo. Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan total 31 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur hingga pukul 15.00 WIB.

Sejumlah guncangan utama berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer. Selain dua gempa M 6,2, rangkaian tersebut juga memuat gempa bermagnitudo 5,5 dan 5,6.

Pembaruan aktivitas seismik itu disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan resmi di Jakarta. Data mengenai kejadian tersebut berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

“Dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memberikan informasi bahwa sampai pukul 15.00 hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan,” ujar Suharyanto. Keterangan itu menggambarkan adanya rangkaian guncangan setelah gempa utama terjadi pada Sabtu.

Waktu dan Kekuatan Guncangan Utama

Gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 6,2 tercatat pada pukul 05.13. Pusat guncangannya berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer.

Gempa kedua terjadi pada pukul 05.13 lewat 53 detik dan memiliki magnitudo 5,5. Seperti guncangan pertama, pusatnya berada di bawah laut pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa SusulanMagnitudoWaktuInformasi Lokasi
Pertama6,205.13Di laut, kedalaman 10 km
Kedua5,505.13 lewat 53 detikDi bawah laut, kedalaman 10 km
Ketiga6,2Tidak disebutkanDi bawah laut, kedalaman 10 km
Keempat5,605.37Guncangan signifikan

Guncangan ketiga kembali berkekuatan magnitudo 6,2 dan tercatat pada kedalaman 10 kilometer di bawah laut. Waktu kejadian gempa susulan ketiga tidak dicantumkan dalam rincian yang tersedia.

Selanjutnya, gempa susulan bermagnitudo 5,6 terjadi pada pukul 05.37. Kejadian ini menjadi guncangan signifikan keempat yang disoroti dalam pembaruan BNPB.

Aktivitas Terus Tercatat

Suharyanto menyatakan gempa susulan besar pertama berlangsung hampir bersamaan dengan gempa awal. Pusat guncangan tersebut berada di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Catatan BNPB menunjukkan dua gempa M 6,2 muncul dalam rangkaian awal aktivitas susulan. Kedua guncangan itu diselingi gempa M 5,5, lalu diikuti gempa M 5,6.

Kabupaten Nagekeo terkait dengan gempa utama bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu. Setelahnya, gempa susulan Nagekeo dan wilayah perairan sekitarnya terus masuk dalam pemantauan.

Data yang disampaikan hingga pukul 15.00 WIB tidak hanya memuat jumlah kejadian, tetapi juga rincian beberapa magnitudo terbesar. Informasi mengenai waktu dan kedalaman tersedia untuk sebagian guncangan dalam rangkaian tersebut.

BMKG menjadi lembaga yang menyediakan informasi seismik dalam pembaruan yang diterima BNPB. Keterangan itu menegaskan bahwa total 31 gempa susulan telah tercatat di wilayah Nusa Tenggara Timur hingga siang hari.

Rangkaian guncangan utama yang dijelaskan dalam pembaruan tersebut seluruhnya dikaitkan dengan kawasan laut atau bawah laut. Kedalaman dangkal 10 kilometer tercatat pada tiga kejadian susulan yang memiliki magnitudo besar.

Baca Juga