Saat Dompet Besar Bertambah, XRP Tetap Tertekan hingga Menembus US$1

Jumlah dompet besar XRP bertambah ketika harga aset tersebut justru turun di bawah US$1 pada 15 Agustus 2026. Data jaringan XRPL mencatat penambahan 32 dompet yang menyimpan sedikitnya satu juta XRP dalam tiga bulan terakhir.

Aktivitas jaringan juga meningkat pada periode yang sama, dengan alamat aktif harian naik dari sekitar 24.000 menjadi lebih dari 43.500 alamat. Kenaikan ini memperlihatkan adanya akumulasi dan penggunaan jaringan di tengah pasar yang masih menekan harga.

Kontras antara Jaringan dan Harga

Meski terdapat tambahan dompet besar, XRP mencatat kinerja lemah dalam beberapa periode terakhir. Nilainya turun 9,3 persen dalam sebulan dan menjadi yang terburuk di antara sepuluh aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Sepanjang 2026, XRP telah merosot 45,50 persen dari harga pada awal tahun. Nilai investasi US$1.000 pada 1 Januari kini disebut hanya tersisa US$543,47.

Indikator XRPPerubahan atau NilaiPeriode
HargaDi bawah US$115 Agustus 2026
Dompet berisi minimal 1 juta XRPTambah 32 dompetTiga bulan terakhir
Alamat aktif harian24.000 menjadi lebih dari 43.500Tiga bulan terakhir
Kinerja sejak awal tahun-45,50 persenSepanjang 2026

Kontras tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas jaringan belum otomatis mengubah sentimen perdagangan dalam jangka pendek. Pelaku pasar masih menghadapi tekanan jual serta ketidakpastian terkait arah regulasi aset digital di Amerika Serikat.

Penjual Agresif Lebih Dominan

Di Binance, rasio Taker Buy/Sell XRP berada pada 0,86, yang menjadi level terendah dalam beberapa bulan. Rasio itu menggambarkan dominasi penjual agresif atas pembeli agresif.

Volume perdagangan harian XRP juga turun hingga US$885 juta. Pelemahan volume berlangsung bersamaan dengan perlambatan arus modal ke ETF XRP.

Situasi tersebut membuat area US$0,94 hingga US$0,95 menjadi titik yang diperhatikan sejumlah analis. Jika harga turun melewati rentang itu, XRP berpotensi bergerak menuju kisaran US$0,80 sampai US$0,85.

Regulasi Belum Memberi Kepastian

Tekanan pada XRP beriringan dengan penurunan ekspektasi pasar terhadap pengesahan CLARITY Act. Peluang kelulusan RUU tersebut di Polymarket turun dari 82 persen menjadi di bawah 20 persen.

CLARITY Act sebelumnya dipandang berpotensi menempatkan XRP sebagai komoditas digital di bawah pengawasan CFTC. Kejelasan itu dinilai penting bagi status aset digital dan perkembangan minat terhadap produk ETF XRP.

Pembahasan RUU tidak mencapai tahap pemungutan suara sebelum Senat AS memasuki masa reses pada Agustus. Pemungutan suara prosedural selanjutnya dijadwalkan ulang pada 15 September 2026.

Penundaan jadwal tersebut menambah faktor yang dipantau pasar, terutama ketika harga XRP telah menembus level psikologis US$1. Kombinasi sentimen regulasi yang melemah dan tekanan jual masih menjadi risiko bagi pergerakan harga berikutnya.

Perbedaan Sikap Pelaku Pasar

Data dompet besar menunjukkan sebagian investor tetap menambah eksposur pada XRP saat harga melemah. Namun, tidak semua pelaku pasar mengambil arah yang sama dalam menghadapi kondisi tersebut.

Peter Brandt menyatakan secara terbuka bahwa ia memilih mengonversi kepemilikan XRP dalam jumlah besar ke Bitcoin. Perbedaan sikap itu memperlihatkan pasar XRP masih menghadapi penilaian yang beragam terhadap risiko harga dan prospek regulasinya.

Baca Juga