Mandi pasir vulkanik, memandang bintang pada malam hari, hingga menjauh dari layar menjadi bagian dari pilihan liburan yang semakin diminati. Pengalaman tersebut hadir dalam tren retret kesehatan yang menawarkan waktu untuk melambat dan memperhatikan diri sendiri.
Wisatawan kini tidak hanya mencari spa atau kelas yoga saat bepergian. Mereka juga mencari aktivitas yang dapat membantu mengurangi tekanan, memulihkan energi, dan membangun kembali kebiasaan sehari-hari.
Di Jepang, sunamushi memberi pengalaman mandi pasir dengan tubuh pengunjung dikubur hingga leher menggunakan pasir vulkanik yang dipanaskan alami. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengalaman kesehatan yang berbeda dari layanan spa pada umumnya.
Star bathing menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dengan mengajak wisatawan menikmati langit malam. Waktu di bawah bintang dapat digunakan untuk menjauh sejenak dari layar dan ritme aktivitas yang padat.
Menurut lifestyle.kompas.com yang mengutip Euronews, pilihan lain mencakup mandi hutan, mandi air dingin, retret tidur, serta digital detox. Sejumlah lokasi di Eropa juga menyediakan spa bir yang memakai campuran hop, jelai, dan ragi dalam bak air hangat.
Goat yoga turut masuk dalam ragam pengalaman yang tersedia di beberapa tempat. Kambing dibiarkan berkeliaran di sekitar peserta agar suasana kelas terasa lebih santai.
Lebih dari aktivitas yang tidak biasa
Ketertarikan terhadap retret kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh keunikan programnya. Banyak peserta memandang perjalanan ini sebagai kesempatan untuk mengambil jeda setelah tekanan kerja, persoalan kesehatan, kehilangan, atau perubahan hidup.
Hilton 2026 Trends Report mencatat beristirahat dan mengisi kembali energi menjadi alasan bepergian bagi lebih dari separuh responden global. Lebih dari sepertiga responden juga menyebut perbaikan kesehatan mental sebagai pendorong perjalanan.
| Alasan Utama | Gambaran Responden Global |
|---|---|
| Beristirahat dan mengisi energi | Lebih dari separuh responden |
| Meningkatkan kesehatan mental | Lebih dari sepertiga responden |
Perubahan minat ini turut terlihat dalam proyeksi nilai wisata kesehatan. Global Wellness Institute, bersama analisis PhocusWright dan Web in Travel, memperkirakan industri tersebut dapat mencapai 1,4 triliun dollar AS pada 2029.
Di Hilton Head Health, Carolina Selatan, Amerika Serikat, para tamu mengikuti program dengan latar kebutuhan yang berbeda. Ada yang ingin mengurangi stres, menjaga kesehatan fisik, mengejar umur panjang, atau menjalani masa transisi dengan lebih terarah.
Dean Price menghadiri retret kesehatan pertamanya pada Juni 2026 setelah mengalami kehilangan massa otot yang tidak terduga sejak 2018. Setelah pemeriksaan medis, ia mengingat dorongan seorang ahli saraf agar tidak menunda hal-hal yang benar-benar dicintai dalam hidup.
Retret itu menjadi bagian dari upayanya menjaga kesejahteraan sambil tetap menjalani hal yang penting baginya. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan kesehatan dapat memiliki makna yang tidak terbatas pada kebugaran atau penurunan berat badan.
Kebiasaan kecil yang diperkuat
Program di Hilton Head Health mencakup pickleball, yoga, lokakarya pola makan sadar, dan pembahasan mengenai tidur lebih baik. Aktivitas tersebut membantu peserta memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dibawa kembali ke kehidupan sehari-hari.
LaVina Jo Meyer telah kembali tujuh kali sejak kunjungan pertamanya pada 2023. Ia menilai suasana sehat, lingkungan yang indah, serta kegiatan yang tersedia membantunya mengatur ulang diri dan memperbarui semangat.
Enzo Caiazzo datang pertama kali pada 2015 dengan tujuan memperbaiki pola makan dan menurunkan berat badan. Ia mempelajari nutrisi, pengaturan porsi, serta kualitas makanan hingga berhasil menurunkan hampir 40 pon atau sekitar 18 kilogram.
Caiazzo mempertahankan berat badan tersebut dan kembali setidaknya sekali dalam setahun untuk memperkuat komitmennya. Ia bersama Price juga melihat pertemuan dengan orang-orang yang memiliki tujuan sama sebagai bagian penting dari pengalaman retret.
Pemulihan tidak harus selalu datang dari kegiatan yang paling tidak biasa. Berjalan di alam, mengikuti kegiatan sesuai minat, atau memandang langit malam dapat memberi ruang pribadi yang dibutuhkan untuk memperlambat langkah.






