Asumsi defisit dalam RAPBN 2027 dapat berubah apabila nilai produk domestik bruto atau PDB Indonesia tercatat lebih besar. Presiden Prabowo Subianto menilai pembaruan data melalui Sensus Ekonomi 2026 penting untuk menghasilkan penghitungan ekonomi yang lebih tepat.
Rancangan anggaran tersebut mengasumsikan PDB sebesar Rp27.987 triliun. Dengan pembiayaan Rp671,2 triliun, defisit anggaran diproyeksikan mencapai 2,40 persen terhadap PDB.
Prabowo menyebut rasio defisit akan menjadi lebih kecil jika nilai PDB yang tercatat meningkat. “Jika ternyata PDB kita lebih besar, maka defisit kita lebih kecil,” tutup Prabowo.
Pembaruan Data Setelah Lebih dari Satu Dekade
Sensus Ekonomi 2026 dikaitkan dengan kebutuhan melakukan rebasing dalam penghitungan aktivitas ekonomi nasional. Rebasing merupakan pembaruan cara menghitung besarnya aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalam negeri.
Prabowo mengatakan metode tersebut belum diperbarui selama lebih dari 10 tahun. Kondisi itu membuat pembaruan basis data ekonomi menjadi langkah yang dinilai perlu dilakukan.
“Saya mendapat laporan, sudah lebih dari 10 tahun kita belum melakukan rebasing, atau pembaharuan cara kita menghitung berapa sebenarnya aktivitas ekonomi yang terjadi di negara kita,” kata Prabowo. Data yang lebih mutakhir dibutuhkan untuk mendukung perumusan kebijakan serta perencanaan anggaran negara.
Jaminan atas Penggunaan Data Warga
Di sisi lain, Prabowo meminta masyarakat tidak ragu memberikan informasi dalam pendataan ekonomi. Ia menegaskan data yang dihimpun BPS tidak digunakan untuk mengejar kekayaan maupun pendapatan pribadi warga.
Jaminan itu disampaikan untuk meredakan kekhawatiran mengenai pemanfaatan data yang diberikan dalam formulir sensus. Prabowo meminta warga mengisi informasi dengan benar agar hasil pendataan mencerminkan kondisi ekonomi secara akurat.
Ia juga meminta masyarakat mengajak orang lain di sekitarnya untuk ikut berpartisipasi. Partisipasi yang luas dipandang dapat memperkuat kualitas gambaran ekonomi nasional.
“Saya minta agar saudara-saudara sekalian yang mendengarkan saya pada siang hari ini, saya minta agar saudara-saudara tidak hanya mengisi formulir sensus dengan sejujur-jujurnya, tapi juga mengajak semua orang untuk ikut mengisi dengan sejujur-jujurnya,” ujar Prabowo.
Ratusan Ribu Petugas Dikerahkan
Menurut laporan Detik Finance, Prabowo menyampaikan permintaan tersebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). Pelaksanaan pendataan hingga akhir Agustus melibatkan sekitar 251.000 petugas di seluruh desa di Indonesia.
Para petugas menjalankan kegiatan pendataan masyarakat yang diselenggarakan oleh BPS. Informasi yang terkumpul menjadi bagian penting dalam pembaruan penghitungan aktivitas ekonomi Indonesia.
Akurasi data sensus pada akhirnya berhubungan dengan ketepatan indikator ekonomi yang digunakan pemerintah. Pembaruan tersebut juga dapat memengaruhi dasar perhitungan dalam penyusunan APBN.






