Cuaca cerah hingga berawan diprakirakan mendominasi Jawa Tengah sejak pagi sampai awal malam pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hujan ringan hanya berpeluang terjadi di empat wilayah, sehingga kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau tetap diperlukan.
Peluang hujan terutama berada di kawasan pegunungan dan dataran tinggi bagian tengah. Kondisi tersebut tidak berarti seluruh Jawa Tengah akan mengalami cuaca basah.
Wilayah dengan peluang hujan ringan
Purbalingga, Wonosobo, Temanggung, dan Kajen menjadi daerah yang diprakirakan berpeluang diguyur hujan ringan. Prakiraan ini muncul saat vegetasi di banyak wilayah masih berada dalam kondisi kering akibat kemarau.
| Daerah | Kondisi yang Diprakirakan |
|---|---|
| Purbalingga | Hujan ringan berpeluang terjadi |
| Wonosobo | Hujan ringan berpeluang terjadi |
| Temanggung | Hujan ringan berpeluang terjadi |
| Kajen | Hujan ringan berpeluang terjadi |
Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berkisar 16-34 derajat Celsius. Kelembapan udara diprakirakan berada pada rentang 45-95 persen.
Angin diperkirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam. Masyarakat juga perlu memperhatikan perubahan kondisi angin selama beraktivitas di ruang terbuka.
Vegetasi kering mudah terbakar
Peluang hujan ringan di sejumlah daerah tidak menghilangkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Tanaman yang mengering pada musim kemarau lebih mudah terbakar apabila tersulut api.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Agus Triyono, mengingatkan warga agar tidak menurunkan kewaspadaan. “Tetap waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun ada peluang hujan ringan di 4 daerah di Jawa Tengah,” kata Agus.
Kecepatan angin yang meningkat dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan apabila terjadi kebakaran di area vegetasi kering. Pencegahan tetap penting meski hujan diprakirakan muncul secara lokal.
Gelombang selatan mereda, rob tetap mengganggu
Di perairan selatan Jawa Tengah, gelombang mulai turun dari kisaran sebelumnya 2,5-4 meter. Gelombang kini diprakirakan mencapai 1,25-2,5 meter.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Lessy Andari, tetap meminta pelaku pelayaran berhati-hati. Ketinggian tersebut masih berisiko bagi kapal nelayan, tongkang, dan kapal wisata, terutama ketika angin melampaui 15 knot.
Sementara itu, pesisir utara menghadapi potensi banjir rob dengan pasang air laut sekitar satu meter. Kondisi pasang diperkirakan berlangsung pada pukul 07.00-11.00 WIB.
Pekalongan, Semarang, dan Demak termasuk kawasan yang diprediksi terdampak genangan. Rob dapat mengganggu transportasi warga, kegiatan pelabuhan, budidaya perikanan darat, serta aktivitas petani garam.
Warga pesisir perlu memperhatikan waktu pasang sebelum menjalankan kegiatan harian. Pelaku pelayaran juga perlu terus mempertimbangkan kondisi angin dan gelombang di wilayah perairan yang dilalui.






