Cengkok dangdut menjadi ujian baru bagi Mitha dan Dara ketika The Virgin merayakan 17 tahun perjalanan musiknya. Duo tersebut memperkenalkan “Gila Dangdut”, karya yang memadukan warna rock dengan dangdut, di LokaryaFest 2026.
Langkah itu menandai eksperimen musikal bagi The Virgin yang selama ini lekat dengan karakter rock. Lagu tersebut sekaligus dipersembahkan sebagai hadiah khusus bagi penggemar yang mengikuti perjalanan mereka selama hampir dua dekade.
Kesulitan utama muncul dalam penyesuaian gaya vokal. Mitha dan Dara harus membawakan liukan nada yang berbeda dari kebiasaan mereka ketika menyanyikan lagu-lagu rock.
Mitha mengatakan dirinya sempat merasa takut tidak mampu menyanyikan lagu dangdut. Akan tetapi, ia akhirnya merasa “Gila Dangdut” karya Yogi RPH sesuai dengan identitas The Virgin.
“Sempat takut juga bisa gak ya bawain lagu dangdut. Tapi akhirnya cocoknya sama lagu Yogi RPH,” ucap Mitha.
Dara menyampaikan bahwa cengkok dalam lagu tersebut memang cukup sulit bagi mereka. Ia menekankan bahwa The Virgin bukan penyanyi dangdut murni, sehingga lagu itu memiliki makna tersendiri dalam perayaan mereka.
“Cengkoknya memang agak susah karena kami bukan pure penyanyi dangdut. Tapi lagu ini memang jadi spesial event dalam rangka 17 tahun The Virgin,” kata Dara.
Warna Musik dari Yogi RPH
Yogi RPH menulis “Gila Dangdut” untuk The Virgin. Pencipta lagu itu dikenal melalui sejumlah lagu hit, termasuk “Lagi Syantik” dan “Cikini Gondangdia”.
Kolaborasi melalui lagu tersebut memperluas warna musikal The Virgin tanpa menghapus energi panggung yang selama ini dikenal penggemar. Pilihan rock dangdut memberi ruang bagi Mitha dan Dara untuk menyajikan variasi baru dalam penampilan mereka.
Selama 17 tahun, The Virgin bertahan dengan formasi dua personel yang sama. Konsistensi tersebut menjadi latar penting bagi keputusan mereka mencoba pendekatan musik yang berbeda pada fase saat ini.
Dara menyebut “Gila Dangdut” dapat menjadi selingan menyenangkan ketika mereka tampil. Lagu itu juga memberi alternatif karya sendiri di luar kebiasaan membawakan lagu dari musisi lain.
The Virgin telah menyampaikan rencana merilis mini album pada tahun depan. “Gila Dangdut” diharapkan menjadi pembuka bagi fase berikutnya dan dapat menjangkau penggemar lama maupun pendengar baru.
Debut di Plaza Barat GBK
The Virgin membawakan lagu baru tersebut di Plaza Barat GBK, Senayan, dalam rangkaian LokaryaFest 2026. Sebelum itu, mereka mengajak penonton menyanyikan sejumlah lagu populer yang telah dikenal luas.
Penampilan tersebut menambah kemeriahan festival yang memadukan olahraga, musik, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Mitha menilai kegiatan itu penting karena mempertemukan musisi, penggemar, komunitas, dan pelaku UMKM secara langsung.
“Alhamdulillah kita masih berkarya. 17 tahun dengan personil yang sama. Acara kayak gini tuh keren banget. Bisa ketemu fans langsung sambil olahraga dan UMKM juga jalan,” kata Mitha.
Dara berharap LokaryaFest terus berlangsung setiap tahun sebagai wadah kolaborasi bagi masyarakat. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan festival tersebut.






