Hakan Calhanoglu menunjukkan pengaruh besar dari lini tengah Inter Milan dengan catatan 12 gol dan tujuh assist musim lalu. Kontribusinya menjadi bagian dari keberhasilan Nerazzurri memenangi Liga Italia dan Coppa Italia.
Penampilan tersebut membuat perannya tetap penting dalam musim pertama Christian Chivu sebagai pelatih. Calhanoglu kini mengarahkan pandangannya ke target berikutnya, yakni mempertahankan dominasi di Serie A.
Gelandang berusia 32 tahun itu menegaskan Scudetto harus tetap menjadi sasaran utama Inter. Ia juga ingin timnya menjaga kebiasaan bersaing untuk setiap gelar yang dapat diraih.
Produktif dalam Musim Gelar Ganda
Calhanoglu tampil dalam 30 pertandingan di seluruh kompetisi pada musim lalu. Dari jumlah tersebut, ia mencatatkan 12 gol dan tujuh assist untuk membantu Inter melewati musim yang berbuah dua trofi domestik.
Angka itu menegaskan perannya bukan hanya sebagai pengatur ritme permainan. Calhanoglu juga memberi ancaman nyata dan produktivitas dari area tengah lapangan.
| Periode | Penampilan | Kontribusi |
|---|---|---|
| Musim lalu | 30 pertandingan | 12 gol, 7 assist |
| Bersama Inter Milan | 212 pertandingan | 50 gol, 39 assist |
| Koleksi gelar | 8 trofi | 2 Liga Italia, 3 Coppa Italia, 3 Supercoppa |
Ambisi Belum Surut
Selama lima tahun di Inter, Calhanoglu telah mengumpulkan delapan trofi dan dua kali mencapai final Liga Champions. Meski demikian, ia belum melihat pencapaian tersebut sebagai alasan untuk menurunkan ambisi.
“Tujuannya selalu untuk terus mendominasi liga. Saya sudah berada di sini selama lima tahun, memenangkan delapan trofi, dan mencapai dua final Liga Champions,” kata Calhanoglu, dikutip Football Italia.
Inter belum mampu menjuarai Liga Champions dalam dua kesempatan tampil di laga puncak. Namun, kegagalan itu tidak mengubah keinginan Calhanoglu untuk kembali mencoba memenangkan kompetisi tersebut.
“Saya berharap kami bisa memenangkannya, tetapi begitulah sepak bola. Kami akan kembali berusaha memenangkan Scudetto dan terus meraih trofi,” lanjutnya.
Pengalaman untuk Menjaga Konsistensi
Calhanoglu bergabung dengan Inter setelah meninggalkan AC Milan pada 2021. Sejak itu, ia telah membukukan 212 penampilan, 50 gol, dan 39 assist untuk Nerazzurri.
Pergantian dari Simone Inzaghi ke Chivu tidak menggeser statusnya sebagai salah satu pemain paling konsisten. Pengalaman dan kontribusinya menjadi modal Inter dalam menghadapi tuntutan mempertahankan gelar domestik.
Keberhasilan memenangi Liga Italia serta Coppa Italia musim lalu menaikkan standar yang harus dijaga tim. Calhanoglu ingin Inter menjadikan musim kelimanya di klub sebagai kesempatan menambah Scudetto dan trofi lain.
Target itu mencerminkan tuntutan besar yang kini melekat pada Inter sebagai juara domestik. Bagi Calhanoglu, koleksi delapan gelar harus menjadi dasar untuk terus bersaing, bukan alasan untuk berhenti mengejar pencapaian baru.






