BYD Sudah Tiga Besar di Diler, Tapi Masih Tertahan di Posisi Kelima Retail

BYD mencatat perbedaan posisi yang mencolok antara distribusi kendaraan ke diler dan penjualan langsung kepada konsumen pada Juli 2026. Merek tersebut berada di peringkat ketiga wholesales, tetapi masih menempati urutan kelima pada retail sales.

Wholesales BYD mencapai 6.569 unit, lebih tinggi daripada Mitsubishi Motors dan Suzuki. Namun, retail BYD tercatat 5.240 unit, masih berada di bawah Mitsubishi Motors yang menjual 6.041 unit serta Suzuki dengan 5.844 unit.

Perbedaan itu menunjukkan pasokan kendaraan ke jaringan diler tidak selalu sejalan dengan penyerapan pasar pada bulan yang sama. Meski berada di urutan kelima retail, volume BYD sudah cukup untuk menempatkannya di kelompok merek dengan penjualan konsumen terbesar.

Perbandingan Posisi BYD pada Dua Jalur Penjualan

Jalur PenjualanPosisi BYDVolume
Wholesales36.569 unit
Retail sales55.240 unit

Pada jalur retail, Toyota tetap menguasai pasar melalui penjualan 21.008 unit kepada konsumen akhir. Daihatsu menyusul dengan 12.750 unit dan Mitsubishi Motors berada di posisi ketiga.

PeringkatMerekRetail Sales Juli 2026
1Toyota21.008 unit
2Daihatsu12.750 unit
3Mitsubishi Motors6.041 unit
4Suzuki5.844 unit
5BYD5.240 unit
6Mitsubishi Fuso4.630 unit
7Honda3.707 unit
8Jaecoo3.200 unit
9Isuzu2.889 unit
10Hino2.572 unit

Honda berada di urutan ketujuh dengan penjualan 3.707 unit. Jaecoo mempertahankan angka 3.200 unit, sedangkan Isuzu dan Hino melengkapi daftar 10 besar retail.

Distribusi BYD Mengubah Persaingan Papan Tengah

Di tingkat wholesales, BYD berhasil mendahului Mitsubishi Motors yang membukukan 6.143 unit. Suzuki berada di posisi kelima dengan 5.654 unit, sementara Toyota dan Daihatsu tetap jauh di depan.

Toyota mengirim 21.642 unit ke diler sepanjang Juli 2026. Daihatsu mencatatkan 14.153 unit, sedangkan Mitsubishi Fuso dan Hino berada di posisi berikutnya dengan 4.969 unit dan 3.440 unit.

Jaecoo berada di peringkat kedelapan wholesales dengan 3.200 unit. Geely masuk posisi kesepuluh setelah mendistribusikan 1.965 unit, sehingga terdapat tiga merek asal Tiongkok dalam daftar tersebut.

Kehadiran BYD di Indonesia, Jaecoo, dan Geely memperkuat persaingan baru di pasar nasional, terutama ketika merek Tiongkok mulai mencatatkan volume yang berarti. Merek Jepang masih memimpin secara keseluruhan, tetapi ruang kompetisi di luar dua posisi teratas semakin rapat.

Data GAIKINDO mencatat wholesales nasional Juli 2026 mencapai 81.115 unit atau naik 4,5 persen dari Juni. Retail sales nasional juga bertumbuh 3,6 persen secara bulanan menjadi 77.412 unit.

Akumulasi wholesales Januari hingga Juli 2026 mencapai 517.742 unit, tumbuh 18,3 persen dibandingkan 437.544 unit pada periode yang sama tahun 2025. Total retail selama tujuh bulan pertama tahun ini mencapai 511.514 unit atau meningkat 12,3 persen secara tahunan.

Pertumbuhan pasokan dan penjualan konsumen tersebut akan menjadi latar persaingan hingga akhir tahun. Posisi merek di diler dan pasar retail dapat terus berubah sesuai kemampuan mereka mengonversi distribusi menjadi pembelian akhir.

Baca Juga