Kembalinya format dua kompetisi nasional pada musim 2026-2027 langsung dimanfaatkan Persija Jakarta untuk memasang target tertinggi. Klub tersebut ingin menjadi juara Super League dan League Cup dalam satu musim.
Ambisi itu memberi Persija dua peluang trofi, tetapi juga menghadirkan beban kompetisi yang lebih berat. Manajemen menempatkan kondisi fisik pemain sebagai salah satu faktor penentu dalam perjalanan menuju target tersebut.
Super League dan League Cup
Super League akan tetap menjadi kompetisi utama sepak bola nasional. League Cup kembali hadir sebagai turnamen pendamping setelah sekitar tujuh tahun tidak ada format dua kompetisi seperti pada musim 2026-2027.
| Kompetisi | Fungsi | Ambisi Persija |
|---|---|---|
| Super League | Ajang utama nasional | Menjadi juara |
| League Cup | Turnamen pendamping | Menjadi juara |
Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca menyebut klub ingin memburu seluruh gelar yang tersedia. “Kami mau mencoba dapatkan semua,” kata Prapanca kepada awak media.
Bagi Persija, sasaran itu memiliki konteks yang lebih besar daripada sekadar memanfaatkan hadirnya turnamen baru. Klub terakhir kali memenangi Liga 1 pada 2018 dan telah melalui delapan tahun tanpa gelar liga.
Kondisi Pemain Menjadi Perhitungan
Prapanca mengatakan target dua gelar masih dievaluasi bersama tim kepelatihan yang dipimpin Shin Tae-yong. Manajemen tidak menutup mata terhadap risiko yang muncul dari padatnya beban pertandingan.
Para pemain perlu berada dalam kondisi puncak selama kompetisi berjalan. Persija juga harus mempertahankan kualitas permainan di tengah tuntutan tampil pada dua ajang.
“Ya ini yang kami masih evaluasi dengan tim pelatih,” ujar Prapanca. Ia menekankan bahwa risiko harus dihadapi karena konsistensi kondisi pemain menjadi kebutuhan utama.
Kedalaman skuad akan berperan besar dalam pengelolaan target tersebut. Persija membutuhkan kesiapan seluruh pemain untuk menjaga daya saing di Super League maupun League Cup.
Pengaturan tim sepanjang musim juga penting agar ambisi tidak mengorbankan performa di salah satu kompetisi. Setiap pertandingan akan menjadi bagian dari ujian terhadap ketahanan dan konsistensi Persija.
Se’Indonesia Tetap Mendampingi
Persija memperoleh dukungan lanjutan dari Se’Indonesia di tengah persiapan musim baru. Kerja sama dengan brand kuliner lokal itu diperpanjang selama dua musim, yaitu 2026-2027 dan 2027-2028.
Penandatanganan piagam kemitraan dilakukan di Persija Galeri, Jakarta, pada Jumat, 14 Agustus 2026. Se’Indonesia tetap menempatkan logonya pada pundak kanan dan kiri jersey klub.
Prapanca menyambut perpanjangan tersebut sebagai kepercayaan yang berarti bagi ekosistem Persija. “Kami menyambut baik kepercayaan Se’Indonesia untuk kembali berjalan bersama Persija dalam dua tahun ke depan,” kata dia.
CEO dan Co-Founder Se’Indonesia Rinaldi Dharma Utama mengatakan kolaborasi itu merupakan komitmen untuk mendukung kemajuan sepak bola Indonesia. Ia melihat klub dan brand lokal dapat tumbuh bersama serta meningkatkan performa agar mampu bersaing pada level lebih tinggi.
Keberlanjutan kemitraan memberi dukungan bagi Persija saat klub mengejar target besar di panggung domestik. Hasil musim 2026-2027 nantinya tetap bergantung pada evaluasi tim, kebugaran skuad, dan kemampuan menjaga permainan secara konsisten.






