Bonus Demografi Bisa Berbalik Jadi Petaka, Ini Peran Penting Pramuka

Bonus demografi dapat berubah menjadi petaka apabila Indonesia tidak menyiapkan penduduk usia produktif dengan baik. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai Gerakan Pramuka perlu memperkuat pembinaan karakter dan kepemimpinan untuk mencegah risiko tersebut.

Indonesia memiliki sekitar 70 persen penduduk pada usia produktif. Angka itu menjadi peluang besar bagi pembangunan, tetapi manfaatnya bergantung pada kesiapan generasi muda menghadapi masa depan.

Lestari, yang akrab disapa Rerie, memandang organisasi kepanduan dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mengelola potensi tersebut. Pramuka diharapkan membantu melahirkan generasi unggul yang memiliki daya saing dan jiwa kebangsaan.

Karakter Menjadi Titik Tekan

Pembentukan karakter menjadi bagian penting dari peran yang diharapkan dijalankan Gerakan Pramuka. Selain karakter, organisasi ini juga didorong mengakselerasi lahirnya kepemimpinan di kalangan pemuda.

Rerie menilai pemuda tidak perlu menunggu pergantian generasi untuk mulai mengambil peran. Mereka perlu bergerak sejak sekarang guna mempersiapkan diri menerima tongkat estafet pembangunan bangsa.

“Saatnya para pemuda menciptakan kepemimpinan yang kolaboratif. Anak-anak muda generasi saat ini harus siap menerima tongkat estafet menuju Indonesia Emas. Para pemuda harus bergerak sekarang,” ujar Rerie.

Kepemimpinan yang dimaksud tidak dilepaskan dari nilai-nilai Pancasila. Nilai tersebut dinilai perlu menjadi landasan bagi generasi muda saat menghadapi tantangan pembangunan nasional.

Empat Arah Visi 2045

Rerie menekankan pembinaan pemuda juga perlu mengacu pada empat pilar utama visi Indonesia Emas 2045. Pilar tersebut memberikan gambaran tentang arah pembangunan yang perlu dipahami oleh calon pemimpin masa depan.

Pilar VisiFokus yang Ditekankan
Kedaulatan dan persatuanPenguatan jiwa kebangsaan
Pembangunan manusia dan penguasaan IPTEKPeningkatan kualitas generasi penerus
Pembangunan ekonomi berkelanjutanBagian dari arah pembangunan nasional
Pemerataan pembangunanPerhatian dalam visi Indonesia Emas 2045

Keempat pilar itu mencakup kedaulatan dan persatuan, pembangunan manusia serta penguasaan IPTEK, pembangunan ekonomi berkelanjutan, dan pemerataan pembangunan. Rerie menyampaikan bahwa pemuda perlu memahami arah tersebut dalam proses membangun kepemimpinan.

Penguatan jiwa kebangsaan menjadi salah satu unsur yang ditekankan dalam peran Pramuka. Organisasi kepanduan itu diharapkan tetap mampu membentuk generasi unggul tanpa kehilangan keterikatan pada nilai persatuan.

HUT Pramuka Bukan Sekadar Seremoni

Pesan Rerie disampaikan menjelang HUT ke-65 Gerakan Pramuka yang diperingati pada 14 Agustus. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.

Ia mengingatkan peringatan hari jadi tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. HUT Pramuka perlu dimanfaatkan untuk memperkokoh keberadaan organisasi sebagai wahana pembinaan pemuda di seluruh Indonesia.

“Momentum HUT ke-65 Gerakan Pramuka harus dimanfaatkan untuk mengokohkan eksistensi organisasi kepanduan itu sebagai wahana pembentukan karakter dan kepemimpinan para pemuda di tanah air,” kata Rerie dalam keterangan tertulis. Pernyataan itu menegaskan perlunya penguatan fungsi pembinaan di tengah besarnya jumlah penduduk produktif.

Menurut Medcom.id, Rerie memandang Gerakan Pramuka dapat berfungsi efektif dalam membentuk generasi penerus yang berdaya saing. Harapannya, penguatan karakter, kepemimpinan, dan nilai kebangsaan dapat mengarahkan bonus demografi menjadi modal bagi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga