BNI memperkuat pengembangan sumber daya manusia melalui dua jalur sekaligus, yakni sertifikasi kompetensi independen dan standar pembelajaran internal. Bank ini telah mengantongi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi atau LSP dari BNSP serta dua pengakuan ISO untuk Corporate University.
Langkah tersebut menempatkan kompetensi pegawai sebagai bagian dari tata kelola perusahaan, bukan hanya kegiatan pelatihan. BNI juga menyiapkan perluasan sertifikasi ke bidang digital banking, artificial intelligence atau AI, manajemen risiko, dan teknologi informasi.
Pengukuran Kompetensi Diperkuat
Lisensi LSP BNI resmi diperoleh pada 19 Juni 2026. Lisensi itu memberi kewenangan bagi BNI untuk menyelenggarakan sertifikasi kompetensi kerja secara independen.
Ketua BNSP Syamsi Hari menyerahkan Sertifikat Lisensi LSP BNI kepada Direktur Human Capital & Compliance BNI Munadi Herlambang. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari seremoni pengukuhan di Grha BNI, Jakarta, pada 6 Agustus 2026.
LSP BNI menyediakan tujuh skema sertifikasi pada tahap awal. Cakupan skema strategis itu dimulai dari general banking hingga internal audit.
BNI akan memperluas skema tersebut ke sejumlah bidang yang berkaitan dengan transformasi bisnis. Area yang disebut meliputi digital banking, AI, manajemen risiko, dan teknologi informasi.
Munadi Herlambang menyatakan sertifikasi kompetensi dibutuhkan untuk menjaga standar profesionalisme pegawai. Ia juga menilai LSP berperan dalam memperkuat tata kelola perusahaan.
“LSP BNI menjadi fondasi penting dalam membangun SDM yang kompeten sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan. Sertifikasi kompetensi memastikan setiap insan BNI memiliki standar profesionalisme yang mampu mendukung transformasi bisnis perusahaan,” ujar Munadi Herlambang.
Standar Pembelajaran Internal
Penguatan sertifikasi itu berjalan beriringan dengan pengakuan untuk BNI Corporate University. Lembaga pembelajaran internal tersebut memperoleh Sertifikat ISO 21001:2018 dan Letter of Compliance ISO 30422:2022.
Sertifikat ISO 21001:2018 diperoleh pada 15 Mei 2026. Sementara Letter of Compliance ISO 30422:2022 diterima pada 4 Agustus 2026.
| Dokumen Pengakuan | Tanggal | Cakupan |
|---|---|---|
| Lisensi LSP BNI dari BNSP | 19 Juni 2026 | Sertifikasi kompetensi kerja |
| ISO 21001:2018 | 15 Mei 2026 | BNI Corporate University |
| Letter of Compliance ISO 30422:2022 | 4 Agustus 2026 | BNI Corporate University |
Menurut Detik Finance, kombinasi lisensi LSP dan pengakuan ISO memperkuat ekosistem pengembangan SDM di lingkungan BNI. Sistem pembelajaran internal kemudian dapat dikaitkan dengan pengukuran kompetensi melalui sertifikasi.
Arah Pengembangan Talenta
BNI menyatakan berkomitmen meningkatkan kapabilitas LSP agar dapat mengakomodasi kebutuhan kompetensi yang terus berubah. Pengembangan itu diarahkan pada pembentukan standar profesionalisme yang dapat diukur.
Program tersebut juga diselaraskan dengan transformasi BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia. Arah transformasi itu mencakup pengembangan talenta, penguatan budaya perusahaan, inovasi, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Pengakuan BNSP dan ISO memberi BNI landasan untuk menghubungkan pengembangan pembelajaran dengan sertifikasi kerja. Perluasan skema ke bidang digital dan teknologi menjadi tahapan berikutnya dalam penguatan SDM perusahaan.






