BMKG dan USGS mencatat parameter berbeda untuk gempa yang mengguncang wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Perbedaan terlihat pada magnitudo, kedalaman, dan posisi pusat gempa, tetapi keduanya menyatakan tidak ada potensi tsunami.
BMKG mencatat gempa bermagnitudo 6,2, sedangkan USGS mengukur magnitudo 5,7. Guncangan peristiwa tersebut dirasakan hingga Palu, pesisir Teluk Tomini, dan Gorontalo.
Catatan Dua Lembaga
Menurut BMKG, gempa terjadi pada kedalaman 44 kilometer. Pusat gempa berada di koordinat 0,25 Lintang Utara dan 120,22 Bujur Timur, sekitar 74 kilometer di barat daya Parigi Moutong.
USGS mencatat kedalaman yang lebih besar, yakni 72,5 kilometer. Koordinat versinya berada pada 0,1542 Lintang Utara dan 120,2573 Bujur Timur, atau sekitar 125 kilometer di utara-timur laut Palu.
| Lembaga | Magnitudo | Kedalaman | Lokasi Acuan |
|---|---|---|---|
| BMKG | 6,2 | 44 km | 74 km barat daya Parigi Moutong |
| USGS | 5,7 | 72,5 km | 125 km utara-timur laut Palu |
Perbedaan parameter pengukuran tersebut tidak mengubah pernyataan kedua lembaga mengenai ancaman tsunami. BMKG secara tegas menyampaikan bahwa gempa ini “Tidak berpotensi tsunami.”
Gempa Terjadi pada Malam Hari
Gempa mengguncang pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 23.25 WIB. BMKG juga menyebut kejadian itu berlangsung pukul 00.25 WITA pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Lembaga tersebut mengategorikan aktivitas itu sebagai gempa tektonik. Dalam informasi awalnya, BMKG menuliskan, “Gempa Mag:6.2, 15-Agu-26 23:25:19 WIB.”
Getaran Membuat Warga Palu Panik
Getaran yang terjadi menjelang tengah malam membuat sejumlah warga di Palu sempat panik. Rangga, salah seorang warga, mengatakan guncangan terasa cukup kuat di kota tersebut.
Dampak getaran tidak hanya dirasakan di wilayah yang dekat dengan pusat gempa. Kawasan pesisir Teluk Tomini dan Gorontalo juga ikut merasakan guncangan.
Belum Ada Informasi Dampak Fisik
Hingga pembaruan awal, BMKG belum mengumumkan laporan resmi tentang kerusakan infrastruktur ataupun korban jiwa. Informasi mengenai situasi di wilayah terdampak masih menunggu keterangan dari pihak berwenang.
Masyarakat di Sulawesi Tengah dan wilayah sekitar diminta tetap tenang serta mengikuti informasi resmi. Waspada terhadap kemungkinan gempa susulan menjadi langkah yang ditekankan setelah peristiwa tersebut.






