Bitcoin Melemah ke US$ 63.333 Meski Peluang The Fed Menahan Bunga Menguat

Bitcoin turun ke US$ 63.333 meski peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada September meningkat. Pergerakan itu menandakan pasar kripto masih berhati-hati, walaupun data inflasi Amerika Serikat keluar sesuai perkiraan.

Pada pukul 06.25 WIB, Kamis (13/8/2026), BTC tercatat melemah 0,29 persen atau berada di sekitar Rp1,13 miliar per koin menurut CoinMarketCap. Harga juga sempat turun di bawah US$ 63.500 dan menghapus kenaikan harian yang sebelumnya terbentuk.

Ekspektasi Suku Bunga Tidak Langsung Mengangkat BTC

CME Group FedWatch Tool mencatat probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada level 3,50%-3,75% pada September sebesar 60 persen. Angka tersebut meningkat dari kisaran 30 persen pada bulan lalu.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS sebelumnya melaporkan inflasi Juli naik 0,1 persen secara bulanan dan 3,4 persen secara tahunan. Data itu sejalan dengan ekspektasi pasar, tetapi belum mampu mempertahankan Bitcoin di atas US$ 63.500.

Chief Investment Officer Sygnum Bank Fabian Dori melihat inflasi yang melandai dan data tenaga kerja yang melemah sebagai alasan bagi The Fed untuk menghindari kebijakan hawkish. Kombinasi tersebut dinilainya mencerminkan perlambatan ekonomi bertahap tanpa menimbulkan kekhawatiran resesi.

Pasar Kripto Tidak Bergerak Seragam

Penurunan BTC ikut menekan nilai pasar aset kripto global menjadi US$ 2,17 triliun. Kapitalisasi pasar tersebut turun 0,3 persen, sementara pergerakan sejumlah aset utama menunjukkan arah yang beragam.

Aset/IndeksPerubahanLevel
Bitcoin (BTC)Turun 0,29%US$ 63.333
Ethereum (ETH)Turun 0,23%US$ 1.874
Binance Coin (BNB)Turun 0,64%US$ 609
Indeks CoinDesk 20Naik 0,57%

Ethereum turun 0,23 persen ke US$ 1.874, sedangkan Binance Coin melemah 0,64 persen ke US$ 609. Di tengah tekanan itu, Indeks CoinDesk 20 justru naik 0,57 persen.

Rentang US$ 63.000 hingga US$ 65.000 Jadi Penentu

Bitcoin berulang kali tidak mampu menutup perdagangan harian di atas US$ 65.000. Bitfinex Alpha mencatat BTC sempat menembus level itu enam kali pada periode 5-10 Agustus, tetapi belum mampu menjadikannya pijakan harga.

Di sisi bawah, support US$ 63.000 semakin penting karena kekuatan pantulan harga terus menyusut. Rekt Capital mencatat respons dari area tersebut turun dari 6,27 persen menjadi hanya 1,15 persen pada pergerakan terakhir.

EMA 50 bulanan di sekitar US$ 65.827 juga menjadi resistance yang perlu diperhatikan. Rekt Capital menilai bergesernya fungsi level itu dari penopang menjadi hambatan dapat memperkuat potensi pola bearish kembali muncul.

Premi Opsi Mengarah pada Perlindungan Turun

Pelaku pasar opsi tampak lebih memilih perlindungan terhadap risiko penurunan. Andrei Grachev, Managing Partner DWF Labs, menyebut opsi Bitcoin dengan strike US$ 60.000 untuk akhir Agustus dihargai lebih mahal daripada strike kenaikan sekitar US$ 70.000.

Perbedaan premi itu menunjukkan perhatian pasar terhadap kemungkinan harga bergerak lebih rendah. Jika support US$ 63.000 ditembus, area US$ 60.000 dapat menjadi level yang semakin diperhitungkan.

Baca Juga