Hampir 130 juta orang di China, India, dan Bangladesh bergantung langsung atau tidak langsung pada sistem Sungai Brahmaputra. Karena itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga air raksasa di Medog menjadi isu regional ketika risiko longsor dan patahan aktif muncul di lokasi proyek.
Sungai Yarlung Tsangpo mengalir dari Tibet, berganti nama menjadi Brahmaputra di India, lalu berlanjut ke Bangladesh. Setiap gangguan pada pola air, sedimen, atau kondisi darurat di hulu berpotensi membawa konsekuensi ke kawasan hilir.
Risiko Tidak Berhenti di Area Bendungan
Proyek Medog berlokasi di Tibet, sekitar 50 kilometer dari perbatasan India. Kedekatan geografis ini membuat isu keamanan infrastruktur juga terkait dengan kebutuhan koordinasi lintas negara.
Beijing menyatakan proyek tersebut akan menggunakan konsep pembangkit aliran sungai dan tidak akan mengurangi debit air hilir secara signifikan. Namun, perhatian negara hilir tidak semata-mata tertuju pada jumlah air, melainkan juga cara mengelola sistem sungai dalam kondisi berisiko.
Pelepasan air dari fasilitas besar, pergeseran sedimen, maupun longsor dapat memengaruhi karakter aliran sungai. Respons darurat saat terjadi peristiwa geologi ekstrem juga menjadi faktor penting bagi masyarakat yang tinggal jauh di bawah aliran.
| Wilayah | Nama Sungai | Kepentingan Utama |
|---|---|---|
| Tibet | Yarlung Tsangpo | Lokasi hulu dan proyek Medog |
| India | Brahmaputra | Aliran lintas batas |
| Bangladesh | Brahmaputra | Wilayah hilir sistem sungai |
China selama ini memandang sungai lintas batas sebagai bagian dari yurisdiksi kedaulatannya. Hingga kini, belum terdapat kerangka pembagian air atau pengelolaan cekungan yang komprehensif dan mengikat antara China serta negara-negara hilir.
Data hidrologi yang dibagikan juga disebut terbatas dan terutama bersifat musiman. Dinamika politik dapat memengaruhi pertukaran data tersebut, sehingga India dan Bangladesh lebih banyak bertumpu pada jaminan resmi.
Patahan Aktif dan Batuan yang Lemah
Kekhawatiran terhadap aliran sungai berhubungan langsung dengan kondisi geologi Medog. Studi dari Universitas Teknologi Chengdu dan Survei Geologi Tiongkok mengonfirmasi Patahan Paizhen aktif berada di bawah area proyek.
Patahan itu disebut aktif sejak zaman Pleistosen dan tetap berkaitan dengan aktivitas seismik. Gempa magnitudo 6,9 pernah melanda bagian tepi utara patahan tersebut pada 2017.
Peneliti juga menemukan batuan di sekitar proyek bersifat longgar dan memiliki ikatan lemah. Lereng dengan kondisi seperti ini rentan longsor ketika terendam air waduk dalam waktu panjang.
Himalaya timur berada di zona tumbukan lempeng India dan Eurasia yang terus bergerak. Gempa bumi, longsor, serta bahaya terkait gletser menjadi karakter risiko yang melekat pada kawasan tersebut.
Skala Energi yang Berhadapan dengan Ketidakpastian
China memperkirakan proyek Medog membutuhkan biaya sekitar US$137 miliar. Kapasitas pembangkitnya dirancang menghasilkan listrik lebih dari tiga kali Bendungan Tiga Ngarai.
Skala ini menjadikan Medog bagian penting dari agenda keamanan energi dan netralitas karbon China. Pada saat yang sama, waduk besar dapat meningkatkan tekanan terhadap lereng yang sudah rapuh serta berinteraksi dengan gerak tektonik di bawahnya.
Perdebatan mengenai seismisitas akibat waduk pernah menguat di China setelah gempa Wenchuan pada 2008. Para ilmuwan masih memperdebatkan sejauh mana keberadaan waduk dapat mengubah medan tegangan bawah tanah dan berkaitan dengan aktivitas seismik lokal.
Laporan Viva menyoroti bahwa studi mengenai Patahan Paizhen didukung Beijing dan dilakukan oleh peneliti China. Temuan itu memperbesar kebutuhan akan penilaian keselamatan yang dapat diperiksa secara independen.
Kesiapan Mitigasi Menjadi Sorotan
Informasi mengenai pemantauan jangka panjang, penilaian keselamatan independen, dan rencana kontingensi bagi negara hilir masih terbatas. Dalam proyek sebesar Medog, aspek tersebut menentukan apakah risiko dapat dideteksi dan ditangani sebelum meluas.
Tenaga air tetap menjadi instrumen penting dalam transisi energi, tetapi manfaatnya perlu berjalan bersama keterbukaan keselamatan. Medog akan terus menjadi ujian bagi kemampuan rekayasa dan tata kelola risiko di salah satu kawasan paling dinamis di Himalaya.






