Saham BBCA ditutup di Rp6.350 pada perdagangan Jumat, 14 Agustus 2026, setelah melemah 0,39%. Pada saat yang sama, investor asing telah mencatat pembelian bersih Rp788,53 miliar dalam rentang tiga pekan sejak 27 Juli 2026.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa pembelian asing belum selalu berujung pada kenaikan harga harian. Pasar juga mencermati valuasi BBCA yang kini berada di bawah rata-rata historisnya.
Harga Melemah di Tengah Arus Dana Masuk
Pembelian bersih asing pada 10-14 Agustus 2026 mencapai Rp221,84 miliar. Nilai itu melanjutkan akumulasi pada pekan terakhir Juli serta pekan pertama Agustus.
| Rangkaian Periode | Nilai Pembelian Bersih Asing |
|---|---|
| Pekan terakhir Juli 2026 | Rp426,56 miliar |
| Pekan pertama Agustus 2026 | Rp140,13 miliar |
| 10-14 Agustus 2026 | Rp221,84 miliar |
| Total 27 Juli-14 Agustus 2026 | Rp788,53 miliar |
Nilai pembelian terbesar tercatat pada pekan terakhir Juli, yakni Rp426,56 miliar. Menurut data yang dilansir Investor Daily, minat investor luar negeri tetap berlanjut pada dua pekan berikutnya meski nilainya berubah.
Koreksi harga pada penutupan 14 Agustus terjadi setelah rangkaian akumulasi tersebut. Kondisi itu membuat perhatian tidak hanya tertuju pada aliran dana asing, tetapi juga pada harga saham dan kinerja operasional BCA.
Valuasi di Bawah Rerata Historis
Stockbit Sekuritas mencatat PBV BBCA sebesar 2,89 kali. Angka itu lebih rendah dibandingkan rata-rata PBV tiga tahun terakhir yang berada pada 4,3 kali.
Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli untuk strategi perdagangan jangka pendek dengan target harga Rp7.000. Rekomendasi tersebut didasarkan pada pandangan bahwa saham masih memiliki ruang pergerakan, dengan tetap memperhitungkan dinamika pasar.
Kredit Korporasi Menguat
BCA membukukan penyaluran kredit Rp1.035,6 triliun pada semester I-2026, atau tumbuh 8% secara tahunan. Kredit korporasi menjadi pendorong utama dengan kenaikan 13,6% menjadi Rp513,4 triliun.
Pembiayaan kendaraan bermotor dalam kredit konsumer tercatat melambat. Namun, pemulihan kredit korporasi dinilai Kiwoom Sekuritas sebagai salah satu faktor penting bagi kinerja perseroan.
| Posisi Keuangan dan Aset | Realisasi | Pertumbuhan/Level |
|---|---|---|
| Laba bersih | Rp29,5 triliun | Naik 1,8% tahunan |
| Dana murah CASA | Rp1.082,3 triliun | Naik 10,2% tahunan |
| Kredit bermasalah bruto | – | 1,9% |
| Loan at risk | – | 4,9% |
Laba bersih BCA pada semester I-2026 mencapai Rp29,5 triliun, meningkat 1,8% secara tahunan. PPOP tumbuh 2,5% secara tahunan, sementara pendapatan non-bunga membantu meredam tekanan pada pendapatan bunga bersih dan margin bunga bersih.
Dana murah CASA tumbuh 10,2% secara tahunan menjadi Rp1.082,3 triliun. Kualitas aset juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto 1,9% dan loan at risk sebesar 4,9%.
Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli BBCA dengan target harga 12 bulan Rp8.075. Sekuritas tersebut tetap mengingatkan potensi tekanan margin bunga bersih dan persaingan dana sebagai risiko yang perlu diperhatikan.






