Martini, seorang buruh lepas dan asisten rumah tangga, membesarkan tiga anak dengan penghasilan terbatas. Di tengah keadaan itu, putrinya, Alifia Citra Ayuningtyas, berhasil diterima di Program Studi Agronomi Universitas Gadjah Mada.
Alifia lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP. Kelulusan tersebut menjadi hasil dari rekam jejak pendidikan, aktivitas organisasi, dan prestasi kompetisi yang ia kumpulkan selama sekolah.
Bagi keluarga ini, penerimaan di UGM bukan berarti seluruh kebutuhan kuliah langsung selesai. Biaya transportasi, kebutuhan harian perkuliahan, serta kemungkinan biaya kos masih menjadi perhitungan penting.
Keluarga Alifia hanya memiliki satu motor. Kondisi itu membuat kebutuhan perjalanan menuju kampus menjadi salah satu perhatian sebelum masa perkuliahan berjalan.
Beasiswa membantu, kebutuhan lain tetap ada
Setelah diterima di UGM, Alifia memperoleh beasiswa dari kampus dan mitra kampus. Dukungan itu membantu pembiayaan pendidikan dan meringankan beban yang harus ditanggung Martini.
Martini menyatakan rasa syukur atas jalan pendidikan yang terbuka bagi putrinya. Ia menyebut keterbatasan penghasilan tidak menghilangkan harapan keluarga untuk melihat Alifia melanjutkan pendidikan tinggi.
“Saya sangat bersyukur. Saya yang hanya bekerja sebagai buruh lepas dan asisten rumah tangga dengan penghasilan yang sangat terbatas,” tutur Martini. Ia juga bersyukur Alifia diterima di UGM, mendapat dukungan, dan diperkenalkan dengan Paragon.
| Aspek Pendidikan | Keterangan |
|---|---|
| Nama mahasiswa | Alifia Citra Ayuningtyas |
| Perguruan tinggi | Universitas Gadjah Mada |
| Program studi | Agronomi, Fakultas Pertanian |
| Jalur masuk | Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi |
Prestasi dibangun sejak di sekolah
Alifia sebelumnya menempuh pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Para siswa di sekolah tersebut mendapat beasiswa penuh untuk menjalani pendidikan.
Selama bersekolah, Alifia aktif dalam organisasi jurnalistik. Ia juga terlibat di Dewan Ambalan VI Gudep SMA Unggulan CT ARSA Foundation.
Pengalaman organisasi Alifia turut dilengkapi dengan perannya sebagai English Ambassador. Ia juga pernah meraih Juara III Lomba Business Model Canvas.
Berbagai aktivitas tersebut membentuk portofolio Alifia saat mengikuti SNBP. Jalur itu menilai rekam jejak siswa selama menjalani pendidikan di sekolah menengah.
Pilihan Agronomi yang tak disangka
Menurut keterangan UGM yang dikutip detik.com, Alifia sempat tidak menyangka bisa diterima pada pilihan Program Studi Agronomi. Kabar kelulusan itu diketahui keluarga saat adiknya membuka pengumuman pada pukul 15.00.
“Saya ingat, jam 3 sore. Yang membukakan pengumuman saat itu adik saya, adik saya teriak ‘lolos kak, alhamdulillah!’. Bersyukur, saya lolos di pilihan agronomi,” ujar Alifia.
Alifia memilih UGM dengan pertimbangan ekonomi keluarga. Ia menilai biaya kuliah dan biaya hidup di wilayah kampus tersebut lebih terjangkau dibandingkan pilihan kampus lain.
Pendidikan dipandang Alifia sebagai jalan untuk memperbaiki keadaan keluarga. Karena itu, ia berusaha mengejar capaian yang dapat mengurangi tekanan biaya pendidikan bagi ibunya.
Alifia mengajak pelajar lain agar tidak menghentikan usaha hanya karena menghadapi keterbatasan biaya. Ia menilai keberanian mencoba berbagai kesempatan dapat memberi pengalaman dan membentuk karakter yang lebih kuat.
“Jangan takut untuk mencoba semua hal. Meskipun kita belum tahu hasilnya seperti apa, suatu hari nanti pengalaman itu akan menjadi cerita, penyemangat, atau membentuk karakter kita menjadi lebih kuat,” kata Alifia.






