Siang Hari Justru Catat Risiko Kematian Terendah, Waktu Jalan Kaki Perlu Disesuaikan

Aktivitas fisik yang lebih terkonsentrasi pada siang hari, antara pukul 11.00 hingga 17.00, dikaitkan dengan risiko kematian dari segala penyebab paling rendah. Temuan penelitian di Nature Communications itu melibatkan lebih dari 92.000 orang di Inggris.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa jalan kaki pagi tidak otomatis menjadi pilihan paling unggul bagi setiap orang. Waktu aktivitas dapat memberi hubungan yang berbeda terhadap kesehatan, bergantung pada kelompok yang diteliti.

Manfaat bergerak pada jam yang sesuai tetap perlu dilengkapi dengan durasi aktivitas yang memadai. Peneliti menemukan satu sesi jalan kaki tanpa terputus selama 10 hingga 15 menit dapat menekan risiko penyakit jantung hingga dua pertiga.

Studi dari University of Sydney dan Universidad Europea membandingkan pola itu dengan jalan kaki dalam potongan kurang dari lima menit. Kelompok pembanding memiliki jumlah langkah harian yang sama, tetapi sesi berkelanjutan menunjukkan hasil yang lebih baik.

Satu Sesi Berkelanjutan Memiliki Nilai Tambah

Dr Borja del Pozo, penulis utama penelitian, menyarankan masyarakat menyediakan waktu untuk setidaknya satu kali berjalan tanpa jeda. Anjuran itu menekankan bahwa target aktivitas tidak semata-mata bertumpu pada akumulasi langkah harian.

Jalan kaki singkat tetap menjadi bagian dari gerak sehari-hari, tetapi satu sesi yang lebih panjang dapat memberi manfaat tambahan. Pola tersebut dapat dipertimbangkan oleh orang yang ingin membangun kebiasaan untuk menjaga kesehatan jantung.

Waktu AktivitasTemuan KesehatanKelompok Studi
Pagi, 07.00-08.00Risiko penyakit arteri koroner turun 31 persenSekitar 14.500 orang
Siang, 11.00-17.00Risiko kematian dari segala penyebab paling rendahLebih dari 92.000 orang di Inggris
MalamRisiko kematian dan penyakit jantung paling rendahHampir 30.000 dewasa dengan obesitas

Pagi Tetap Menunjukkan Manfaat Kuat

Penelitian yang dipimpin Prem Patel dari UMass Chan Medical School melacak aktivitas sekitar 14.500 orang selama setahun. Peserta yang berolahraga sekitar pukul 07.00 sampai 08.00 mencatat penurunan risiko penyakit arteri koroner paling besar.

Risiko penyakit arteri koroner pada kelompok pagi tercatat turun 31 persen. Risiko diabetes tipe 2 menurun 30 persen, obesitas berkurang 35 persen, dan hipertensi lebih rendah 18 persen.

Dr Rachel Lampert dari Yale University menjelaskan bahwa aktivitas pagi mungkin berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Sistem saraf memiliki pola alami sepanjang hari, sementara hormon adrenalin mencapai puncak pada pagi hari.

Temuan Malam Menambah Gambaran

Studi tahun 2024 dalam jurnal Diabetes Care melibatkan hampir 30.000 orang dewasa dengan obesitas. Aktivitas malam pada kelompok tersebut berkaitan dengan risiko kematian dan penyakit jantung paling rendah.

Dokter spesialis jantung Vital Heart and Vein, Dr Patrick Kee, menjelaskan temuan itu dalam laporan yang dikutip health.detik.com. Perbedaan antarpelitian menunjukkan hasilnya perlu dilihat sesuai karakteristik peserta dan pola aktivitasnya.

Konsistensi bergerak tetap menjadi dasar penting, terlepas dari waktu yang dipilih. American Heart Association merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu.

Direktur Kardiologi Preventif Tulane University School of Medicine, Dr Keith Ferdinand, mengingatkan bahwa kebiasaan aktif perlu dijaga secara berkelanjutan. Memilih waktu jalan kaki yang realistis dijalankan setiap hari lebih masuk akal daripada menunggu jam yang dianggap sempurna.

Baca Juga