Air Keruh setelah Gempa M 7,7 di NTT, 38 Korban Tewas dan Posko Darurat Diaktifkan

Gangguan air bersih menjadi salah satu persoalan yang paling mendesak setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Longsoran membuat air di sejumlah jaringan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM menjadi keruh dan menghambat pasokan bagi warga serta pengungsi.

Di saat layanan dasar terganggu, data sementara mencatat 38 orang meninggal dunia, enam orang luka-luka, dan dua orang tertimbun. Gempa itu berdampak terhadap sekitar 2.000 jiwa di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.

Saluran Irigasi dan Sungai Terdampak

Material longsoran menutup saluran irigasi Bendung Wae Laku di Manggarai Timur. Longsoran juga menghambat alur sungai sehingga memperburuk gangguan pada sistem penyediaan air minum.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengarahkan pemantauan ketat terhadap infrastruktur di wilayah terdampak. Kementerian PU juga menyiapkan tangki air bersih sembari melakukan pemulihan jaringan air minum.

“Longsoran itu juga menutup sungai sehingga sistem penyediaan air minum menjadi sangat terganggu,” kata Dody. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Teknik Sungai akan mengirim tim untuk mempercepat penanganan sungai di beberapa kabupaten.

InfrastrukturKondisiRespons
Bendung Wae LakuSaluran irigasi tertutup longsoranPembersihan material
Jaringan SPAMAir di sejumlah titik keruhPemulihan jaringan dan tangki air
Empat bendungan utamaRaknamo, Tilong, Lokojange, Rotiklot amanPemantauan ketat

Empat bendungan utama, yaitu Raknamo, Tilong, Lokojange, dan Rotiklot, dilaporkan dalam kondisi aman. Meski demikian, pembersihan material longsor di jalur transportasi dan alur sungai tetap diperlukan untuk memperlancar pemulihan.

Posko Komando untuk Satukan Penanganan

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto meminta kepala daerah terdampak segera menetapkan status tanggap darurat bencana. Ia juga meminta posko komando segera diaktifkan agar pendataan, pencarian korban, dan pengelolaan pengungsian dapat disatukan.

Koordinasi lintas sektor dipimpin Kemenko PMK dan BNPB bersama kementerian teknis, TNI, Polri, serta Pemerintah Provinsi NTT. Dukungan yang dikerahkan mencakup alutsista TNI dan Polri, helikopter pelacak Kementerian Perhubungan, tim SAR Basarnas, dan Health Emergency Operation Center Kementerian Kesehatan.

Menko PMK Pratikno menegaskan respons darurat harus dilakukan cepat dan tepat. “Upaya penyelamatan, pelayanan kesehatan, pemulihan infrastruktur dasar, seperti rumah sakit perlu menjadi prioritas,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh sumber daya pemerintah pusat dikerahkan untuk penanganan bencana. Pemerintah daerah diminta memetakan kebutuhan mendesak agar armada dan sarana bantuan dapat digunakan secara efektif.

Pasokan Makanan dan Tempat Berlindung

Pemerintah pusat mengerahkan bantuan darurat dengan nilai Rp4,52 miliar. Penyaluran diarahkan untuk penyelamatan warga, kebutuhan pengungsian, layanan kesehatan, serta pemulihan air bersih dan infrastruktur.

Kementerian Sosial mengirim logistik dari Sentra Efata Kupang, Gudang Dinas Sosial Provinsi NTT, dan Gudang Pusat Bekasi. Pasokan dari daerah diprioritaskan untuk mempercepat penerimaan bantuan oleh warga terdampak.

KomponenRincianFungsi
Makanan siap saji6.000 paketKebutuhan awal warga
Dapur umum lapangan2 setPenyediaan makanan pengungsi
Perlengkapan tidurVelbed, kasur, selimutKebutuhan dasar pengungsi
Tenda keluargaTermasuk dalam bantuanTempat berlindung

Bantuan turut mencakup peralatan anak dan shower kit. Tim gabungan bersama relawan Tagana melakukan pendataan serta penanganan di titik pengungsian Mbay, Maumere, Borong, dan Ruteng.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi fokus pada tahap awal. Kementerian Sosial juga memverifikasi data keluarga korban meninggal bersama pemerintah daerah untuk penyaluran santunan duka cita sesuai ketentuan.

Warga di wilayah terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Petugas mengimbau masyarakat mengikuti arahan di lapangan dan tidak memasuki bangunan sebelum keamanannya dipastikan.

Baca Juga