AI hingga Bandar Udara Masuk Rencana Kawasan Wisata 5.000 Hektare di Mentawai

Pengelolaan kawasan wisata seluas sekitar 5.000 hektare di Kepulauan Mentawai direncanakan memanfaatkan artificial intelligence atau AI dan economic intelligence. Teknologi itu akan digunakan sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan kawasan terpadu.

Rencana digital tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan pelabuhan, kapal berbahan fiber, dan bandar udara. Pemerintah daerah ingin menyiapkan konektivitas orang serta barang untuk mendukung kawasan berstandar internasional.

Infrastruktur Digital dan Fisik Dibangun Bersamaan

Kawasan ini akan dilengkapi pusat data, jaringan komunikasi, dan sistem digital pendukung operasional. Pengembangan teknologi tidak dipisahkan dari kebutuhan dasar seperti listrik dan air bersih.

Untuk energi, proyek ini merencanakan penggunaan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS serta pembangkit listrik tenaga bayu atau PLTB. Jaringan kelistrikan juga masuk dalam rancangan agar kebutuhan kawasan dapat ditopang oleh energi baru terbarukan.

KomponenRencana Utama
TeknologiAI, economic intelligence, pusat data, dan jaringan komunikasi
EnergiPLTS, PLTB, dan jaringan kelistrikan
AirPengolahan air bersih
KonektivitasPelabuhan, kapal fiber, dan bandar udara
KelautanPerikanan, budidaya laut, dan hilirisasi

Penyediaan fasilitas pengolahan air bersih menjadi bagian dari infrastruktur kawasan. Seluruh unsur tersebut dirancang untuk mendukung aktivitas wisata sekaligus kegiatan bisnis, komersial, dan ekonomi lokal.

Menurut informasi yang dimuat Media Indonesia, teknologi akan menjadi bagian dari model pengelolaan kawasan terpadu. Namun, rencana pengembangan tetap menggunakan konsep eco-green dengan kelestarian lingkungan sebagai perhatian utama.

Ekonomi Laut Didorong Tidak Berhenti pada Bahan Mentah

Selain wisata, proyek ini memasukkan perikanan dan budidaya laut sebagai sektor penggerak ekonomi. Pengembangannya diarahkan pada hilirisasi untuk memperluas nilai tambah dari potensi pesisir Mentawai.

Keterhubungan sektor laut dengan transportasi, energi, air, dan digital menjadi dasar konsep kawasan. Dengan pola ini, kegiatan ekonomi tidak hanya bergantung pada kedatangan wisatawan.

Kerja Sama Pemerintah dan Pengembang

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai menandatangani nota kesepahaman dengan Riyadh Group Indonesia di Jakarta pada Senin (10/8). Bupati Rinto Wardana menandatangani kerja sama tersebut bersama Presiden Direktur Riyadh Group Indonesia Bally Saputra Datuk Janosati.

Riyadh Group Indonesia ditunjuk sebagai pengembang utama yang menangani investasi, pengembangan, serta pemasaran Kawasan Wisata 5.000 Hektare tersebut. Pemerintah daerah akan memfasilitasi legalitas lahan, pembangunan jalan, dan perizinan sesuai kewenangannya.

Pengembang juga menyiapkan skema pembelian, penyewaan, dan kerja sama pemanfaatan lahan. Peluang investasi ditujukan bagi investor dalam negeri maupun luar negeri, termasuk dari Eropa, Timur Tengah, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang.

Dorongan Status PSN dan KEK

Pemerintah daerah mendorong proyek ini beserta sarana pendukungnya untuk menjadi Proyek Strategis Nasional atau PSN dan/atau Kawasan Ekonomi Khusus. Status tersebut dipandang penting untuk memperkuat daya saing pengembangan kawasan.

Rinto Wardana menyatakan tujuan itu secara langsung dalam keterangan mengenai proyek tersebut. “Kami ingin mendorong kawasan destinasi wisata ini beserta sarana pendukungnya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan/atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berdaya saing,” kata Rinto.

Baca Juga