Pertemuan Gedung Putih mengenai aturan aset digital menjadi perhatian utama pasar kripto pada pekan ini. Agenda tersebut berlangsung ketika Bitcoin bergerak melemah ke US$ 62.766 per koin pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu para pemimpin industri kripto pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pertemuan itu akan melibatkan petinggi Securities and Exchange Commission atau SEC, Commodity Futures Trading Commission atau CFTC, serta eksekutif perusahaan kripto.
Pembahasan akan berpusat pada Digital Asset Market Clarity Act. Rancangan itu diarahkan untuk memperjelas pembagian kewenangan pengawasan aset digital di Amerika Serikat.
Kejelasan peran regulator menjadi faktor penting bagi pelaku industri kripto. Pasar akan mengamati apakah pembahasan tersebut memberi arah yang lebih jelas terhadap lingkungan kebijakan aset digital.
CFTC Membuka Fokus terhadap XRP
Sehari setelah pertemuan Gedung Putih, CFTC akan menggelar rapat perdana Innovation Advisory Committee pada Kamis, 20 Agustus 2026. Komite tersebut beranggotakan 35 perwakilan industri aset digital dan pasar keuangan.
Sejumlah anggota yang disebutkan mencakup Coinbase, Ripple, Kraken, Gemini, CME Group, Nasdaq, dan Intercontinental Exchange. Pertemuan ini menempatkan isu inovasi serta pengawasan industri aset digital sebagai agenda penting berikutnya.
Dampak langsung rapat CFTC dinilai lebih besar terhadap XRP dibandingkan Bitcoin. Bitcoin telah dikategorikan sebagai komoditas, sedangkan pembahasan pengawasan industri masih relevan bagi aset digital lainnya.
| Agenda | Waktu | Fokus |
|---|---|---|
| Pertemuan Gedung Putih | 19 Agustus 2026 | Digital Asset Market Clarity Act |
| Rilis risalah The Fed | 19 Agustus 2026 | Kebijakan suku bunga |
| Pertemuan CFTC | 20 Agustus 2026 | Inovasi aset digital |
| Inflasi Jepang Juli | 21 Agustus 2026 | Arah kebijakan BOJ |
Harga Kripto Serentak Melemah
Bitcoin turun 0,44% pada pukul 06.30 WIB menjadi US$ 62.766. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dikutip Investor Daily, angka itu setara sekitar Rp1,11 miliar per koin dengan asumsi kurs Rp17.826 per dolar AS.
Penurunan juga terjadi pada kapitalisasi pasar kripto global yang merosot 0,3% dalam 24 jam menjadi US$ 2,16 triliun. Indeks CoinDesk 20 turut turun 0,46%.
| Aset atau Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| Bitcoin | Turun 0,44% | US$ 62.766 |
| Ethereum | Turun 0,48% | US$ 1.872 |
| Binance Coin | Turun 0,9% | US$ 602 |
| Indeks CoinDesk 20 | Turun 0,46% | Tidak disebutkan |
Ethereum melemah 0,48% ke US$ 1.872, sementara Binance Coin turun 0,9% menjadi US$ 602. Bitcoin saat ini bertahan di sekitar US$ 63.000 dan masih jauh di bawah rekor tertinggi US$ 126.080 pada Oktober.
Suku Bunga AS dan Risiko dari Jepang
Pada Rabu, The Fed juga dijadwalkan merilis risalah rapat kebijakan 28-29 Juli. Bank sentral AS sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5%-3,75%, walaupun tiga pejabat menghendaki kenaikan 25 basis poin.
Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September mencapai 32%. Nada hawkish dalam risalah dapat menambah tekanan terhadap Bitcoin, sementara pandangan yang lebih dovish berpotensi mendukung aset berisiko.
Investor juga memantau data pertumbuhan ekonomi Jepang kuartal II pada Senin dan laporan inflasi Juli pada Jumat. Kedua rilis tersebut penting untuk membaca kemungkinan kebijakan Bank of Japan.
Pengetatan oleh BOJ dapat memperkuat yen dan menekan carry trade melalui perubahan biaya pendanaan. Bitcoin sebelumnya pernah mengalami penurunan sekitar 20% hingga 31% akibat dampak kenaikan suku bunga BOJ, sehingga agenda Jepang tetap menjadi risiko yang diperhatikan pasar.






